Liputan6.com, Jakarta: Kehidupan malam hari di Ibu Kota tak akan pernah mati. Saat ini masyarakat Jakarta memiliki tempat wisata khusus yang dibuka pada malam hari dan dilengkapi tempat peristirahatan serta panggung hiburan. "Pemda akan memanfaatkan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, sebagai pusat hiburan malam," kata Wakil Gubernur DKI bidang Ekonomi dan Keuangan Fauzie Alvi Yasin, di sela-sela peresmian tempat tersebut, Sabtu (02/6) malam.
Menurut Fauzie, kawasan wisata Kebun Sirih dibuka khusus hanya Sabtu malam, antara jam 18.00 hingga 02.00 WIB. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dijadikan lahan bagi pedagang-pedagang kecil --baik pedagang makanan maupun souvenir. Selain dilengkapi berbagai sarana penunjang kegiatan wisata, seperti hotel, restoran, karaoke, dan wisma, pusat hiburan malam di Kebun Sirih juga dimeriahkan empat panggung yang akan digunakan sebagai pentas kesenian tradisional. Sekarang ini, fasilitas lain seperti warung internet, warung telepon, dan swalayan juga telah tersedia di kawasan tersebut.
Fauzie berharap, peresmian pusat hiburan malam akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta. Sepanjang tahun 2001, wisatawan yang datang ke Ibu Kota hanya 2.000-3.000 orang per bulan.(ORS/ Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)
Menurut Fauzie, kawasan wisata Kebun Sirih dibuka khusus hanya Sabtu malam, antara jam 18.00 hingga 02.00 WIB. Selain itu, kawasan tersebut juga akan dijadikan lahan bagi pedagang-pedagang kecil --baik pedagang makanan maupun souvenir. Selain dilengkapi berbagai sarana penunjang kegiatan wisata, seperti hotel, restoran, karaoke, dan wisma, pusat hiburan malam di Kebun Sirih juga dimeriahkan empat panggung yang akan digunakan sebagai pentas kesenian tradisional. Sekarang ini, fasilitas lain seperti warung internet, warung telepon, dan swalayan juga telah tersedia di kawasan tersebut.
Fauzie berharap, peresmian pusat hiburan malam akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta. Sepanjang tahun 2001, wisatawan yang datang ke Ibu Kota hanya 2.000-3.000 orang per bulan.(ORS/ Eva Yunizar dan Dwi Guntoro)