Wayang Golek Bogor Diminati Turis Mancanegara

Keberadaan perajin wayang golek di Bogor, Jawa Barat, kurang mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Padahal, konsumen kerajinan warisan leluhur ini didominasi turis mancanegara.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 April 2007, 16:30 WIB
Liputan6.com, Bogor: Wayang golek adalah salah satu warisan seni budaya nenek moyang. Kesenian tradisional khas Tanah Pasundan ini sudah dikenal sejak zaman dahulu. Namun, seiring dengan perjalanan waktu, keberadaan wayang golek sedikit demi sedikit mulai terlupakan, terutama di kalangan generasi muda.

Minimnya perhatian akan kesenian leluhur ini, tentunya secara tidak langsung memberikan dampak kepada para perajin wayang golek. Seperti yang terjadi di pusat pembuatan dan perajin wayang golek di Bogor, Jawa Barat. Bisnis yang dikelola Entang ini seperti pepatah, hidup segan mati tak mau.

Entang mengaku kurang mendapat dukungan dari pemerintah daerah, terutama dari Dinas Pariwisata setempat. Padahal, jika perusahaan yang berlokasi di Desa Sirnagalih RT 01/RW 07 Nomor 60, Gunung Batu Loji, Bogor ini, dikelola dengan baik, seniman wayang golek bisa hidup makmur. Mengingat konsumen produk kerajinan itu, didominasi turis mancanegara yang membeli dengan dolar Amerika Serikat atau euro.

Pusat pembuatan dan perajin wayang golek Bogor itu, telah ada lebih dari empat dekade silam. Mulanya, Entang membuat wayang golek di rumah. Setelah itu datang beberapa pedagang dari Kebun Raya, Bogor. Mereka meminta dibuatkan wayang lima sampai 10 buah. "Kalau saya yang membuat sambil memasarkan, repot tidak kepegang," kata pria yang sudah menggeluti dunia wayang golek sejak 1965.

Adapun bahan baku yang digunakan untuk membuat wayang golek adalah kayu lame. Kayu ini dipilih agar tidak mudah pecah dan tahan lama. Mulanya, Entang hanya dibantu satu atau dua orang pekerja. Namun, setelah menerima pesanan sebanyak satu peti atau 120 karakter wayang, dia mulai menempa beberapa peminat untuk dijadikan karyawan. Pesanan wayang sebanyak itu datang dari Presiden Soeharto, yang berkunjung ke bengkel kerjanya pada 1972.

Mereka yang direkrut umumnya dari kalangan tetangga atau kerabat sendiri. Ini terus berlangsung hingga sekarang. Untuk pemasarannya, kini semua diserahkan kepada putra sulungnya, Enday Media. Karena itu pula, workshop wayang golek ini diberi nama Media Art & Handicraft Bogor.

Sebagai penerus langsung, Enday memang berupaya keras untuk memperpanjang napas bisnis keluarganya. Untuk menekan biaya produksi dan gaji pegawai, dia mau tak mau harus melibatkan anggota keluarganya. Istrinya, Lis Rosmanah dan ibunya, Encum Rosmiati diberi tugas menjahit busana wayang dan memakaikan aksesorinya.

Bisnis wayang golek keluarga Enday ini sudah terdaftar di Bogor Tourist Information Center. Itu sebabnya saat ini dia hanya menggantungkan rezeki kepada turis asing yang datang berkunjung ke workshopnya. Agar produk kerajinannya sesuai dengan selera pasar luar negeri, Enday tak pernah bosan mendengarkan masukan dari para turis, terutama soal desain dan warna.

Menurut Enday, orang Belanda biasanya lebih cocok dengan warna yang orisinal. Sedangkan orang Asia, kebanyakan menyukai warna modern. Namun, ada juga yang menyukai produk wayang yang hanya di cat dengan warna cokelat saja. "Mereka bilang warna seperti ini kontras dengan warna kulit. Itu kata orang Eropa. Tapi, saya di sini lebih menonjolkan karakter yang orisinal," ujar Enday.

Enday mengaku, kalau lagi sepi rata-rata wayang yang terjual per bulan sebanyak 40 buah. Harga per produk yang dijual kepada turis mancanegara, yakni antara 35 hingga 40 euro untuk wayang ukuran standar. Sedangkan wayang golek ukuran besar dijual 75 euro.

Namun, bila pembelinya turis domestik, Enday mematok harga istimewa. Wayang standar dijual seharga Rp 250 ribu per buah. Ukuran besar Rp 500 ribu, sedangkan wayang untuk hiasan dinding dijual Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. Harga bisa berlipat-lipat apabila membeli di pusat perbelanjaan besar.

Enday dan Entang terus bertekad untuk mengembangkan usaha wayang golek ini, agar lebih maju. Terutama, Entang. Dia tidak ingin warisan leluhur ini suatu saat punah dimakan waktu.(IAN/Tim Usaha Anda)

Enday Media: 081316652611
Alamat Rumah: Desa Sirnagalih RT 01/RW 07 No.60, Loji, Bogor, Jawa Barat.
Telepon: (0251) 358808
E-mail: enday1974@yahoo.com , mailto:enday1974@yahoo.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya