Sukedi memperingatkan warga untuk tidak mendekati sekitar kawah. "Karena pertama dari pengaruh asap itu sendiri. Kemudian yang kedua dari faktor cuaca, dari kabut, dan sebagainya cukup mengganggu," kata Sukendi. Berdasarkan catatan di pos pengamatan, siklus letusan Gunung Slamet terjadi dalam kurun waktu sekitar 15 tahun. Saat ini Gunung Slamet sudah lebih dari 19 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan meletus.
Sedangkan Gunung Batutara di Kabupaten Lembata, Nusatenggara Timur, terus menyemburkan lahar panas. Aktivitas gunung yang sudah dinaikkan siaga tiga ini juga mengepulkan asap tebal dan mengeluarkan suara gemuruh.
Advertisement
Bahkan bau belerang dari pusat semburan gunung dari Pulau Komba terasa hingga radius 200 meter. Walau berada di pulau tak berpenghuni, warga empat kecamatan di sekitar gunung mulai khawatir dan bersiap mengungsi [baca: Gunung Batutara Siaga Tiga].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)