Kepulan Asap Gunung Slamet Meningkat

Kepulan asap di Gunung Slamet, Pemalang, Jawa Tengah, terus meningkat hingga radius 300 meter. Sedangkan Gunung Batutara di Kabupaten Lembata, Nusatenggara Timur, terus menyemburkan lahar panas.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Maret 2007, 14:13 WIB
Liputan6.com, Pemalang: Kepulan asap Gunung Slamet dinilai melebihi batas normal. Kepulan asap gunung yang menjadi pembatas wilayah Pemalang, Tegal, Brebes dan Banyumas, Jawa Tengah, ini terus meningkat hingga radius 300 meter. Dalam kondisi normal, kepulan asap hanya bekisar antara 50 hingga 100 meter. Demikian diungkapkan Sukedi, Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet, Selasa (27/3).

Sukedi memperingatkan warga untuk tidak mendekati sekitar kawah. "Karena pertama dari pengaruh asap itu sendiri. Kemudian yang kedua dari faktor cuaca, dari kabut, dan sebagainya cukup mengganggu," kata Sukendi. Berdasarkan catatan di pos pengamatan, siklus letusan Gunung Slamet terjadi dalam kurun waktu sekitar 15 tahun. Saat ini Gunung Slamet sudah lebih dari 19 tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan meletus.

Sedangkan Gunung Batutara di Kabupaten Lembata, Nusatenggara Timur, terus menyemburkan lahar panas. Aktivitas gunung yang sudah dinaikkan siaga tiga ini juga mengepulkan asap tebal dan mengeluarkan suara gemuruh.

Bahkan bau belerang dari pusat semburan gunung dari Pulau Komba terasa hingga radius 200 meter. Walau berada di pulau tak berpenghuni, warga empat kecamatan di sekitar gunung mulai khawatir dan bersiap mengungsi [baca: Gunung Batutara Siaga Tiga].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya