Dephub Tak Tegas Mengumumkan Maskapai Penerbangan Terburuk

Sejumlah anggota DPR menilai ada tarik-menarik kepentingan dalam tertundanya rencana Dephub mengeluarkan rangking maskapai penerbangan buruk. Pasalnya, PT Bhakti Investama sedang menjajaki pembelian saham Adam Air.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Maret 2007, 19:59 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Rencana Departemen Perhubungan mengeluarkan rangking maskapai penerbangan yang memiliki peringkat buruk masih tertunda. Sejumlah anggota DPR menilai ada tarik-menarik kepentingan dalam rencana ini. Pasalnya, PT Bhakti Investama sedang menjajaki pembelian saham Adam Air. Sementara Ketua Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi Chappy Hakim tak lain adalah anggota komisaris di salah satu perusahaan milik Bhakti Investama itu.

Keberadaan Chappy Hakim sebagai ketua Timnas itulah yang dilihat sejumlah anggota DPR sebuah konflik kepentingan. Ini membuat Dephub tak tegas untuk mengumumkan rencananya melikuidasi perusahaan penerbangan yang buruk kinerjanya. Apalagi setelah Dephub memberikan kesempatan kepada seluruh perusahaan penerbangan untuk memperbaiki kinerjanya. Padahal keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama [baca: Dephub-DPR: Keselamatan Harus Menjadi Prioritas].(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya