Liputan6.com, Asahan: Aksi warga Bandar Pasir Mandoge, Sumatra Utara yang menduduki lahan PT Bakrie Sumatra Plantation (BSP), baru-baru ini, berlangsung ricuh. Satuan pengamanan PT BSP berusaha menghalang-halangi warga untuk masuk areal perkebunan yang sedang membuka lahan baru.
Kemarahan warga makin tak terkendali setelah menyaksikan lahan dan tanaman yang diklaim milik mereka dirusak dan diratakan dengan buldoser. Warga yang diliputi emosi itu meminta agar pengerjaan lahan dihentikan.
Lahan perkebunan yang berisi pohon sawit dan karet seluas 220 hektare yang dikerjakan PT BSP dituding warga tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Warga juga mengklaim laha itu adalah tanah garapan mereka yang sudah diwariskan secara turun temurun.(JUM/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Kemarahan warga makin tak terkendali setelah menyaksikan lahan dan tanaman yang diklaim milik mereka dirusak dan diratakan dengan buldoser. Warga yang diliputi emosi itu meminta agar pengerjaan lahan dihentikan.
Lahan perkebunan yang berisi pohon sawit dan karet seluas 220 hektare yang dikerjakan PT BSP dituding warga tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Warga juga mengklaim laha itu adalah tanah garapan mereka yang sudah diwariskan secara turun temurun.(JUM/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)