Mas Guntur, Guru yang Tidak Menggurui

Hampir semua rekan dan teman mengenal Mochammad Guntur Syafullah sebagai pribadi yang tenang dan bersahaja. Dia bertanggung jawab pada peralatan kamera dan sabar membimbing tanpa pernah menggurui.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Februari 2007, 12:39 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sahabat, teman, dan handai tolan mengantarkan Mochammad Guntur Syaifullah, 45 tahun, ke hariban Allah, Rabu (28/2) [baca: Jenazah Mochammad Guntur Dimakamkan]. Mereka yang melayat menyimpan kenangan tersendiri tentang juru kamera SCTV yang tewas dalam liputan investigasi penyebab kebakaran Kapal Motor Levina I di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.

Hampir semua orang, termasuk mantan karyawan SCTV, mengenal Mas Guntur--begitu ayah tiga anak ini disapa--sebagai pribadi yang bersahaja dan pendiam. "Dia teman yang nggak bisa dilupakan banget," kata Diah, mantan reporter SCTV. "Sebisa mungkin dia berusaha mendapat gambar yang baik," kata Roy Achmad.

Rizal Mustari mengisahkan saat awal siaran di SCTV, Guntur yang menjadi juru kamera. Terlalu banyak kenangan Guntur bersama Rizal. "Dia adalah kamerawan yang punya dedikasi yang bagus," kata produser dan pembaca acara Kupas Tuntas Trans TV.

Chandra Wibowo juga mengenang Guntur sebagai pribadi yang sangat akomodatif. Sementara yang lain mengenal Mas Guntur sebagai pria yang penurut dan sangat pendiam. "Dia sangat memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap peralatan," kata salah satu mantan rekannya.

Grace Natalie terkesan pada Guntur yang sangat baik dan sabar. Meski juru kamera senior, di mata Grace, Mas Guntur tidak sombong dan mau membimbing reporter baru. "Nggak menggurui," kata reporter ANTV ini.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya