Liputan6.com, Jakarta: Impian masyarakat Jakarta untuk dapat menikmati perjalanan bebas hambatan di ruas jalan Ibu Kota mendekati kenyataan. Pemerintah Jepang akhirnya menyanggupi mendanai mega proyek mass rapid transportation atau subway hingga 85 persen. Pembangunan proyek ini akan dimulai akhir tahun ini dan dapat dinikmati sekitar tujuh tahun mendatang. Demikian informasi yang dihimpun SCTV di Jakarta, Selasa (13/2).
Subway rencananya dibangun sepanjang 14,5 kilometer dengan total dana senilai Rp 9 triliun. Angkutan massal ini akan menghubungkan antara Dukuh Atas di Jakarta Pusat hingga Lebak Bulus, Jaksel. Termasuk jalur bawah tanah sepanjang 4 km.
Untuk tahap awal pemerintah Jepang telah mencairkan pinjaman senilai 2 miliar yen atau Rp 150 miliar saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jepang pada November silam. Sedangkan untuk komponen material mega proyek ini 30 persen dari Jepang, 30 persen Indonesia, dan 40 persen melalui tender terbuka [baca: Pemerintah Jepang Mengucurkan Dana Miliaran Rupiah].(YAN/Linda Putri Mada dan Novrianus Barens)
Subway rencananya dibangun sepanjang 14,5 kilometer dengan total dana senilai Rp 9 triliun. Angkutan massal ini akan menghubungkan antara Dukuh Atas di Jakarta Pusat hingga Lebak Bulus, Jaksel. Termasuk jalur bawah tanah sepanjang 4 km.
Untuk tahap awal pemerintah Jepang telah mencairkan pinjaman senilai 2 miliar yen atau Rp 150 miliar saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Jepang pada November silam. Sedangkan untuk komponen material mega proyek ini 30 persen dari Jepang, 30 persen Indonesia, dan 40 persen melalui tender terbuka [baca: Pemerintah Jepang Mengucurkan Dana Miliaran Rupiah].(YAN/Linda Putri Mada dan Novrianus Barens)