Basri Cs Disinyalir Terkait Bom Kuningan

Salah satu tersangka kekerasan di Poso, Sulteng, Wiwin, mengatakan kelompok Basri terkait dengan Jamaah Islamiyah. Bahkan, mereka juga terlibat dengan seorang pelaku peledakan bom Kuningan di Jakarta.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Februari 2007, 02:12 WIB
Liputan6.com, Palu: Wiwin, salah satu tersangka kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah, mengatakan, kelompok Basri terkait dengan jaringan kelompok Jamaah Islamiyah. Bahkan dia juga mengungkapkan, mereka terlibat dengan seorang pelaku pemboman di depan Gedung Kedutaan Besar Australia di Jalan Rasuna Said Kav. C15-16, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 2004. Ini dituturkan Wiwin di Palu,
Sulteng, Kamis (1/2) [baca: Bom di Kedubes Australia, Sementara Tiga Tewas].

Wiwin yang ditangkap 22 Januari silam mengaku sangat takut kepada Basri jika tak melawan aparat penegak hukum, khususnya polisi yang ingin menangkap mereka. Bila tidak, ia beserta keluarganya akan dibunuh [baca: Tersangka Kasus Poso Mengaku Disuruh Basri]

Basri sendiri telah dicocok polisi di Kelurahan Kayamanya, Poso Kota, Sulteng. Basri adalah buronan paling dicari polisi karena diyakini sebagai pimpinan kelompok yang kerap berbuat onar di Poso. Dalam catatan polisi, Basri yang tubuhnya dipenuhi tato ini bersama kelompoknya telah 12 kali melakukan aksi kejahatan di Poso dan lima di Palu. Saat ini Basri telah diamankan di Markas Kepolisian Daerah Palu, Sulteng [baca: Pemimpin Kelompok Kekerasan di Poso Dibekuk]

Dengan tertangkapnya Basri, maka sudah ada 16 daftar pencarian orang kekerasan Poso yang telah dibekuk atau menyerahkan diri. Sedangkan 13 lainnya hingga saat ini masih dalam pencarian polisi. Sementara kasus yang berhasil diungkap ada 12, di antaranya penembakan Jaksa Ferry, pendeta Susianti, bom Tentena, dan mutilasi tiga siswi.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya