Pentingnya Layanan Pendidikan Tambahan Selain Sekolah, Mengingat Ketatnya Seleksi Masuk Perguruan Tinggi

Sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya kebutuhan siswa untuk memperoleh akses belajar yang fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

oleh Tim NewsDiperbarui 31 Juli 2025, 18:50 WIB
Persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri maupun lembaga kedinasan semakin ketat, para siswa perlu bimbingan belajar di luar sekolah. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Sistem pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya kebutuhan siswa untuk memperoleh akses belajar yang fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri maupun lembaga kedinasan semakin ketat.

Banyak siswa dan orang tua kini mulai mencari alternatif pendampingan belajar di luar sekolah formal untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai seleksi.

Hal ini juga mendorong munculnya berbagai lembaga bimbingan belajar yang menawarkan program khusus. Tidak hanya fokus pada pelajaran sekolah, bimbel saat ini juga menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa dalam menembus jalur-jalur seleksi nasional seperti UTBK, seleksi kedokteran, TNI/Polri, hingga CPNS.

Layanan yang diberikan pun semakin beragam, mulai dari kelas tatap muka, dare, hingga program karantina intensif.

Beberapa lembaga bahkan mengembangkan sistem evaluasi mandiri berbasis digital agar siswa dapat memadukan kemajuan belajarnya secara berkala.

Pendekatan ini dianggap penting karena dapat membantu siswa mengenali kelemahan dan perbaikannya sebelum hari ujian tiba.

Selain itu, penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran semakin memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah. Dengan metode ini, lembaga pendidikan tidak lagi hanya mengandalkan cabang fisik, tetapi juga memperkuat kehadiran secara berani.

Ini menjadi solusi bagi siswa dari berbagai kota yang ingin mendapatkan bimbingan berkualitas tanpa harus berpindah tempat tinggal. Digitalisasi juga memungkinkan integrasi data pembelajaran yang lebih sistematis dan mendalam. Salah satu lembaga yang mengambil peran dalam tren ini adalah Akademi Prestasi di Bekasi, Jawa Barat.

"Dengan mengusung konsep 'Layanan Pendidikan Terpadu' yang mencakup berbagai kebutuhan siswa, mulai dari bimbingan masuk PTN dan Kedokteran, hingga persiapan CPNS, Taruna TNI-POLRI, serta penguatan prestasi siswa sekolah dasar dan menengah," ujar CEO Akademi Prestasi Dafi melalui keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).

"Kami ingin menyediakan layanan yang menyeluruh, bukan sekadar pelengkap pelajaran sekolah," sambung dia.

 

Gabungkan Teknologi Digital

Menurut Dafi, dalam operasionalnya, Akademi Prestasi menggabungkan teknologi digital dengan pembinaan personal dan sistem Try Out adaptif.

"Program belajar tersedia dalam beberapa format, termasuk kelas berani, privat, reguler, dan karantina intensif. Setiap siswa mempunyai karakter belajar yang berbeda, jadi kami berusaha menyesuaikan pendekatan untuk setiap individu," papar dia.

Dafi mengatakan, lembaga ini juga dikenal sebagai pelopor platform Try Out TKA berbasis kurikulum terbaru Kemendikbud yang kini digunakan di berbagai sekolah.

"Dengan sistem Learning Management System (LMS) dan CBT (Computer-Based Test), siswa dapat belajar dari mana saja dengan pengalaman mendekati bimbingan tatap muka. Kami ingin siswa terbiasa dengan sistem seleksi modern dan tekanan ujian yang sesungguhnya," ucap dia.

Meski resmi didirikan pada tahun 2022, Akademi Prestasi telah menjangkau lebih dari 123 kota/kabupaten melalui pendekatan baru yang berani. Pada tahun 2025, menargetkan membuka 10 cabang, dan 50 cabang nasional pada tahun 2027. Ekspansi ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di Indonesia.

Infografis Muncul Wacana Perguruan Tinggi Dapat Izin Kelola Tambang. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya