Liputan6.com, Jakarta: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie meminta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah daerah untuk menekan laju perkembangan flu burung. Sebab hingga awal tahun ini telah ditemukan 17 kasus dugaan flu burung dengan korban meninggal dunia sebanyak dua orang. Ini terjadi karena masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan flu burung. "Pemerintah daerah untuk dapat memberikan keterangan kepada masyarakat bagaimana cara hidup sehat," kata Aburizal di Jakarta, Jumat (12/1).
Ical--demikian Aburizal biasa disapa--juga meminta pemerintah daerah berperan lebih aktif untuk menekan laju penyebaran flu burung. Di antaranya dengan meminta vaksin flu burung yang disediakan pemerintah secara gratis. Sebab selama ini banyak korban flu burung hanya mengandalkan obat flu yang didapat di warung. "Padahal obat yang ada cuma tamiflu," tambah Ical.
Hingga saat ini, obat penyakit flu burung masih belum ditemukan. Vaksin flu burung yang diproduksi pun tak menjamin seseorang kebal terhadap penyakit mematikan itu. Satu-satunya jalan menghindari flu burung adalah dengan menjalankan gaya hidup bersih dan tak melakukan kontak dengan unggas [baca: Satu Keluarga Dirujuk ke RS Persahabatan].
Tips lain jika terpaksa harus kontak dengan unggas, adalah mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Jaga kebersihan unggas dan kandangnya dengan menyemprotkan disinfektan, vaksinasi unggas, dan masak unggas serta produknya dengan matang. Bila menemukan unggas mati mendadak, segera bakar dan laporkan ke petugas kesehatan setempat. Terakhir, langsung periksakan diri jika demam tinggi yang disertai batuk dan sesak napas setelah kontak dengan unggas.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Ical--demikian Aburizal biasa disapa--juga meminta pemerintah daerah berperan lebih aktif untuk menekan laju penyebaran flu burung. Di antaranya dengan meminta vaksin flu burung yang disediakan pemerintah secara gratis. Sebab selama ini banyak korban flu burung hanya mengandalkan obat flu yang didapat di warung. "Padahal obat yang ada cuma tamiflu," tambah Ical.
Hingga saat ini, obat penyakit flu burung masih belum ditemukan. Vaksin flu burung yang diproduksi pun tak menjamin seseorang kebal terhadap penyakit mematikan itu. Satu-satunya jalan menghindari flu burung adalah dengan menjalankan gaya hidup bersih dan tak melakukan kontak dengan unggas [baca: Satu Keluarga Dirujuk ke RS Persahabatan].
Tips lain jika terpaksa harus kontak dengan unggas, adalah mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir. Jaga kebersihan unggas dan kandangnya dengan menyemprotkan disinfektan, vaksinasi unggas, dan masak unggas serta produknya dengan matang. Bila menemukan unggas mati mendadak, segera bakar dan laporkan ke petugas kesehatan setempat. Terakhir, langsung periksakan diri jika demam tinggi yang disertai batuk dan sesak napas setelah kontak dengan unggas.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)