Randi Meninggal Lantaran Terlambat Diobati

Warga di sekitar rumah Randi di Rawalele, Kalideres, Jakbar, takut tertular flu burung. Keresahan kian jadi saat bibi, sepupu, dan tiga tetangga Randi juga dirawat dengan gejala mirip flu burung.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Januari 2007, 18:42 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kasus flu burung yang menewaskan Randi membuat resah warga sekitar rumah korban di Rawalele, Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat. Mereka takut tertular flu burung. Apalagi, bibi dan sepupu serta tiga tetangga Randi juga dirawat dengan gejala mirip flu burung.

Selain Randi, Riyah juga dinyatakan positif terjangkit virus flu burung dan masih dirawat intensif di Rumah Sakit Persahabatan. Kesehatan warga Pondok Jagung, Serpong, Tangerang, Banten, ini belum menunjukkan perkembangan yang berarti, meski sudah mendapatkan sejumlah perawatan.

Menanggapi keresahan ini, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Rabu (10/1) siang tadi, memastikan belum ada penularan flu burung antarmanusia. yang pasti, ada unggas di sekitar rumah Randi terjangkit flu burung. Untuk itu, pihaknya akan memusnahkan seluruh unggas di kawasan tersebut.

Randi adalah korban flu burung yang tewas di RS Persahabatan, sekitar pukul 10.55 WIB siang tadi. Remaja berusia empat belas tahun itu sempat dirawat lima hari di RS Persahabatan. Tim dokter menyatakan, dia menemui ajal karena gagal multiorgan [baca: Lagi, Pasien Positif Flu Burung Meninggal].

Memasuki musim hujan, warga diimbau lebih waspada. Pasalnya, virus avian influenza semakin cepat berkembang dan mampu bertahan lebih lama dalam suhu dingin. Apalagi sampai sekarang Indonesia masih memegang rekor kasus flu burung terbanyak dengan angka kematian tertinggi, yakni 57 meninggal dunia dari 76 kasus.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya