Logam di Perairan Mamuju Masih Ditelisik

Logam yang ditemukan di wilayah perairan Mamuju, Sulsel, belum dapat dipastikan bagian dari Adam Air. Sebuah pesawat disebutkan terbang rendah di kawasan Mamuju saat Adam Air dilaporkan hilang, 1 Januari silam.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Januari 2007, 14:30 WIB
Liputan6.com, Mamuju: Memasuki hari ke sepuluh upaya pencarian pesawat Boeing 733-400 Adam Air yang hilang di atas wilayah perairan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, belum membuahkan hasil. Dari pengamatan reporter SCTV Miko Toro langsung dari Mamuju, Rabu (1/1), KRI Ajax dan KRI Fatahillah dibantu kapal USNS Mary Sears sedang menyisir Laut Mamuju untuk mengidentifikasi logam-logam yang tertangkap sinyal di perairan Sulsel itu.

Sinyal logam terdeteksi berada di kedalaman 1.500 meter di bawah permukaan laut. Karena alat terbatas, hingga kini belum dapat dipastikan sinyal yang tertangkap sonar tersebut merupakan bagian dari Adam Air. Untuk keperluan itulah USNS Mary Sears membantu penyelidikan. Selain di laut, proses pencarian pesawat juga dilakukan lewat udara. Sejumlah pesawat TNI Angkatan Udara dikerahkan melalui Lapangan Udara Hasanuddin, Makassar. Sementara di darat, pencarian difokuskan di wilayah Majene, Sulawesi Barat [baca: Pencarian Pesawat Adam Air Lebih Intensif].

Adanya indikasi Adam Air berpenumpang 102 orang jatuh di perairan Mamuju diperkuat keterangan Baharudin, seorang nelayan setempat. Tanggal 1 Januari 2007 atau hari ketika Adam Air dilaporkan hilang, Baharudin dan anaknya Gusman mengaku melihat sebuah pesawat terbang rendah dan berbelok-belok. Baharudin tidak melihat pesawat menyentuh air. Ia ketika itu hanya mendengar suara sangat keras.(KEN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya