Roy Suryo Menduga CCTV Alda Belum Lengkap

Roy Suryo mendesak pengelola Hotel Grand Menteng memberikan rekaman CCTV sebelum dan sesudah kematian Alda Risma. Menurut Roy, rekaman saat ini tak memperlihatkan secara lengkap bagaimana Alda dibawa ke rumah sakit.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Desember 2006, 19:15 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Ahli telematika Roy Suryo menilai pengelola Hotel Grand Menteng, Jakarta Pusat belum memberikan semua rekaman kamera pengawas (CCTV) sebelum dan sesudah kematian Alda Risma Elfariani. Roy yang ditemui di Yogyakarta, Selasa (26/12) menyatakan, rekaman yang ada saat ini belum menggambarkan secara lengkap bagaimana Alda dibawa ke rumah sakit dan kapan waktu kepergian kedua orang yang sebelumnya bersama Alda.

Roy juga mendesak pihak pengelola hotel memberikan lebih banyak rekaman CCTV untuk mengungkap kejadian tewasnya penyanyi Alda pada 12 Desember silam. Sebab, rekaman itu sangat diperlukan polisi untuk bisa menggambarkan kondisi saat Alda yang dibopong sebelum diangkut ke rumah sakit dan kepergian dua tokoh kunci yang datang bersamanya.

Dalam rekaman CCTV yang dikirim pengelola Hotel Grand Menteng, Alda Risma tiba di depan pintu lift lantai satu pada 12 Desember 2006 pukul 16.02 WIB. Saat itu Alda tampak masih sehat ditemani seorang perempuan dan seorang lelaki. Alda juga sempat terlihat menggunakan telepon seluler sambil menunggu lift terbuka.

Sekitar satu menit kemudian, setibanya di lantai empat Alda bergegas menuju kamar dengan masih ditemani dua orang yang datang bersamanya. Selanjutnya, kamera CCTV merekam situasi pukul 18.24 WIB yang memperlihatkan empat lelaki termasuk seorang petugas keamanan membopong Alda dari arah kamar menuju lift [baca: Alda dan Kemana Ferry?].(YAN/Wiwik Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya