Namun Kepala Pos Pemantau Gunung Rokatenda di Maurole, Kabupaten Ende, kesulitan mendeteksi gempa tersebut akibat rusaknya seismograf sejak tiga tahun silam. Saat ini petugas hanya memantau kondisi gunung yang tercatat terakhir kali meletus pada tahun 1985 itu dengan menggunakan teleskop.
Mereka sadar teleskop memang kurang efektif. Akan tetapi, mereka tidak bisa berharap banyak lantaran ketiadaan dana buat memperbaiki seismograf. Akibat kerusakan alat tersebut, petugas pemantau gunung tak bisa memberikan informasi tentang kondisi gunung yang terletak sekitar 70 kilometer arah utara Kota Maumere itu kepada masyarakat setempat.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement