Kendati pengunjuk rasa masih memasang tenda di dekat kantornya, Perdana Menteri Siniora tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-harinya. Ia juga berkeras tidak akan mundur dan membubarkan pemerintahannya seperti tuntutan pihak oposisi. Sebelumnya, Siniora meminta semua kalangan dan bersatu membangun Lebanon [baca: PM Siniora Meminta Rakyat Bersatu].
Namun pihak oposisi tak kalah gertak. Setelah berhasil mengumpulkan ratusan ribu massa dalam unjuk rasa akbar sebelumnya, Hizbullah kembali menyerukan demonstrasi massal. Rencananya unjuk rasa digelar di Beirut, Ahad mendatang [baca: Unjuk Rasa Antipemerintah Lebanon Berlanjut].
Advertisement
Keinginan untuk menggulingkan pemerintahan Fuad Siniora berlangsung sejak kelompok Hizbullah mendapatkan simpati masyarakat Lebanon setelah perang dengan Israel pertengahan 2006. Pasalnya Siniora menolak membentuk pemerintahan bersatu yang memberikan faksi pro-Hizbullah hak veto di kabinet.(BOG)