Kolak Ayam, Hidangan Berbuka Khas Desa Gumeno

Setiap malam ke-23 Ramadan, warga Desa Gumeno, Gresik, Jatim, selalu membuat kolak ayam. Tradisi ini adalah warisan Sunan Dalem yang dilakukan sejak 1451 Masehi.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Oktober 2006, 07:15 WIB
Liputan6.com, Gresik: Masyarakat Desa Gumeno, Gresik, Jawa Timur, memiliki tradisi turun-temurun. Setiap Bulan Suci atau Ramadan memasuki malam ke-23, mereka selalu membuat makanan tradisional kolak ayam. Uniknya, pembuatan kolak yang berbahan daging ayam ini seluruhnya dilakukan kaum laki-laki.

Menurut cerita, kolak ayam tersebut dibuat ketika Sunan Dalem pendiri Masjid Jamik di Desa Gumeno sakit keras. Meski sudah diberi obat-obatan, sakit Sang Sunan tak kunjung sembuh. Sunan Dalem pun bermimpi penyakitnya hanya sembuh setelah menyantap kolak ayam. Ternyata mimpi itu ampuh. Sunan Dalem sembuh. Dan, pengalaman yang terjadi 1451 Masehi itu menjadi tradisi setiap malam ke-23 Ramadan.

Pembuatan kolak ayam cukup sederhana. Bahan yang terdiri dari daging ayam, bawang daun, santan kelapa, gula merah, dan jinten dimasak layaknya kolak manis biasa. Untuk Ramadan kali ini, warga Gumeno menyediakan 150 ekor ayam dengan total biaya sekitar Rp 10 juta. Kolak ayam tersebut dibagikan kepada warga saat berbuka puasa.(TOZ/Mohammmad Khodim)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya