Gus Yus Berdakwah Lewat Tradisi Budaya

Kiai Yusuf Chudlori (Gus Yus) memanfaatkan seni budaya rakyat untuk mendakwahkan agama Islam. Bersama seorang seniman, Gus Yus menggagas Komunitas Merapi dan menggelar berbagai kegiatan seni rakyat.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Oktober 2006, 19:53 WIB
Liputan6.com, Magelang: Dalam usia yang masih muda, Kiai Haji Yusuf Chudlori atau Gus Yus sudah dikenal sebagai agamawan yang sangat dekat dengan masyarakat di lereng Gunung Merapi dan Sumbing. Boleh jadi sejak kecil Gus Yus memang sudah cukup akrab dengan syiar Islam. Pasalnya, dia adalah anak Kiai Haji Abdurrahman Chudlori, salah seorang ulama ternama. Ayahnya juga merupakan pendiri Asrama Perguruan Islam (API), pondok pesantren yang cukup besar di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kesehariannya, syiar Islam selalu menjadi bagian dari pergulatan hidup Gus Yus. Mencontoh langkah-langkah Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, bapak satu anak ini pun memanfaatkan potensi tradisi yang berkembang di masyarakat untuk syiar agama. Bersama teman akrabnya, Sutanto Mendut, seorang seniman asal Muntilan, Jateng, berdua mereka lalu menggagas terbentuknya Komunitas Merapi. Melalui komunitas ini, Gus Yus menggelar berbagai kegiatan seni rakyat seperti festival gunung.

Bagi Gus Yus, bersentuhan dengan tradisi atau kesenian bukanlah hal yang tabu karena Islam sebenarnya adalah agama yang penuh kasih sayang untuk seluruh umat. Yang terpenting adalah mencari harmonisasi antara agama dan kebudayaan sehingga tak terjadi benturan di antara keduanya.(MAK/Wiwik Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya