Wanita Inggris Dianjurkan Menanggalkan Cadar

Pimpinan Majelis Rendah Inggris Jack Straw menginginkan wanita muslim yang bertandang ke kantornya untuk menanggalkan cadar saat berkomunikasi. Ia menilai cadar bisa menghambat komunikasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Oktober 2006, 06:20 WIB
Liputan6.com, Blackburn: Mantan Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw membuat pernyataan kontroversial bagi umat muslim Inggris. Ia mengungkapkan lebih menyukai bila wanita muslim yang bertandang ke kantornya menanggalkan cadar saat berkomunikasi satu sama lain. Demikian pernyataan Straw dalam artikel yang ditulis Straw di harian Lancashire Telegraph di Blackburn, Inggris, Jumat (6/10).

Straw berkilah cadar yang dikenakan itu bisa menghambat komunikasi serta membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak. Kendati begitu ia menegaskan pernyataannya itu cuma sebatas anjuran dan tak memaksa para wanita bercadar di kantornya memperlihatkan muka.

Anjuran tersebut memang didengarkan. Tapi jika para wanita muslim menolak, pimpinan Majelis Rendah (House of Commons) Parlemen Inggris ini tetap akan menghormatinya. Dalam artikel Straw juga menyebut cadar sebagai tanda adanya perbedaan.

Tulisan Straw ini kembali menimbulkan ketegangan dalam perdebatan masalah isolasi kultural dan toleransi. Kegelisahan masyarakat akan perbedaan keyakinan di Inggris meningkat usai insiden bom London yang menewaskan 52 orang, Juli setahun silam []. Namun kantor perdana menteri Inggris buru-buru menenangkan situasi. Mereka menyatakan artikel Straw tersebut dibuat dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai ketua Majelis Rendah.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya