Liputan6.com, Surabaya: Tim investigasi PT Kereta Api Indonesia masih menyelidiki penyebab tujuh gerbong kereta Gaya Baru terguling di sekitar Stasiun Kedinding, Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Jumat (15/9). Sudarsono, Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Daerah Operasi VIII, menyatakan hasil temuan sementara mengindikasikan kecelakaan akibat pemuaian rel. Pemuaian, kata Sudarsono, terjadi karena kondisi alam [baca: Delman Ditabrak Kereta, Enam Orang Tewas].
Di Jakarta, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa meminta insiden ini diselidiki secara tuntas. Pasalnya dua hari sebelum kecelakaan, ada laporan pihak direksi kereta api soal pencurian besi pengait rel yang marak di kawasan Stasiun Kedinding. "Saat ini sedang diselidiki orangnya. Apa motifnya?" kata Hatta.
Sehari setelah kecelakaan KA Gaya Baru, sejumlah kereta api mulai diujicobakan melewati rel tempat kecelakaan di dekat Stasiun Kedinding. Uji coba penggunaan jalur Surabaya-Jakarta pertama dilakukan kereta Sancaka rute Surabaya-Yogyakarta. Namun kecepatan kereta hanya lima kilometer per jam dengan dipandu petugas.
Meski dapat dilalui dengan ketentuan khusus, ada sejumlah kereta api jurusan Surabaya terpaksa menurunkan penumpang di Stasiun Mojokerto. Para penumpang selanjutnya diangkut dengan bus untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Pahlawan.
Tadi pagi, tujuh gerbong yang terguling juga sudah bisa dievakuasi [baca: Jalur Selatan KA Belum Normal]. Tapi untuk perbaikan rel yang bengkok masih memerlukan waktu lama. Pihak PT KAI berupaya agar jalur Selatan kembali bisa digunakan dengan menambah bantalan rel dari kayu.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)
Di Jakarta, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa meminta insiden ini diselidiki secara tuntas. Pasalnya dua hari sebelum kecelakaan, ada laporan pihak direksi kereta api soal pencurian besi pengait rel yang marak di kawasan Stasiun Kedinding. "Saat ini sedang diselidiki orangnya. Apa motifnya?" kata Hatta.
Sehari setelah kecelakaan KA Gaya Baru, sejumlah kereta api mulai diujicobakan melewati rel tempat kecelakaan di dekat Stasiun Kedinding. Uji coba penggunaan jalur Surabaya-Jakarta pertama dilakukan kereta Sancaka rute Surabaya-Yogyakarta. Namun kecepatan kereta hanya lima kilometer per jam dengan dipandu petugas.
Meski dapat dilalui dengan ketentuan khusus, ada sejumlah kereta api jurusan Surabaya terpaksa menurunkan penumpang di Stasiun Mojokerto. Para penumpang selanjutnya diangkut dengan bus untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Pahlawan.
Tadi pagi, tujuh gerbong yang terguling juga sudah bisa dievakuasi [baca: Jalur Selatan KA Belum Normal]. Tapi untuk perbaikan rel yang bengkok masih memerlukan waktu lama. Pihak PT KAI berupaya agar jalur Selatan kembali bisa digunakan dengan menambah bantalan rel dari kayu.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)