Perburuan Noordin M. Top Nihil

Pengejaran gembong teroris Noordin M. Top selama tiga hari di kawasan Gunung Welirang tidak membuahkan hasil memuaskan. Seorang lelaki yang semula tertangkap saat perburuan ternyata bekas pasien rumah sakit jiwa.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Agustus 2006, 20:03 WIB
Liputan6.com, Mojokerto: Perburuan gembong teroris Noordin Mohammad Top yang diduga bersembunyi di Gunung Welirang, Mojokerto, Jawa Timur, tak membuahkan hasil. Dugaan Hartono (bukan Hariyono seperti diberitakan sebelumnya--Red.), kaki tangan Noordin yang ditangkap baru-baru ini, ternyata meleset. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jatim Komisaris Besar Polisi Widjaya Purba, Hartono adalah penderita sakit jiwa. "Polsek berkesimpulan bahwa yang bersangkutan sakit jiwa, sehingga tadi dikembalikan kepada keluarganya," ujar Widjaya, Kamis (3/8).

Unit Intel Komando Distrik Militer 0815 Mojokerto menangkap Hartono setelah mendapat laporan ada seseorang tak dikenal berkeliaran di Dusun Padi dan berbicara dalam logat Malaysia [baca: Polisi Masih Memeriksa Hariyono]. Setelah diinterogasi, Hartono ternyata bukan orang yang diduga teroris selama ini. Hartono yang berasal dari Ngadimulyo, Sukorejo, Pasuruan mengidap sakit ingatan dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Pusat Lawang pada 2000.

Pengejaran kelompok Noordin selama tiga hari di Gunung Welirang melibatkan 50 personel Batalyon Raider 500 dari Komando Daerah Militer V Brawijaya [baca: TNI Menyisir Gunung Welirang]. Jika semula pengerahan pasukan memang bertujuan memburu Noordin, belakangan Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Syamsul Mapareppa mengeluarkan pernyataan berbeda. Syamsul mengatakan, keberadaan pasukan Raider 500 sekadar latihan. "Abis latihan di laut, latihan di gunung lagi sambil nyari orang. Besok lusa juga kembali," ujar Syamsul.

Sedangkan Komandan Resor Militer 082 Mojokerto Kolonel Sentot Maksum serius mengakui pasukannya dikerahkan untuk memburu Noordin. "Yang dilaporkan masyarakat katanya kelompok Noordin M. Top," jelas Sentot yang terjun langsung ke lapangan memimpin pasukannya. TNI dari berbagai kesatuan tersebut bekerja sama mengejar gembong teroris kelas internasional itu dengan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jatim.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya