Unit Intel Komando Distrik Militer 0815 Mojokerto menangkap Hartono setelah mendapat laporan ada seseorang tak dikenal berkeliaran di Dusun Padi dan berbicara dalam logat Malaysia [baca: Polisi Masih Memeriksa Hariyono]. Setelah diinterogasi, Hartono ternyata bukan orang yang diduga teroris selama ini. Hartono yang berasal dari Ngadimulyo, Sukorejo, Pasuruan mengidap sakit ingatan dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Pusat Lawang pada 2000.
Pengejaran kelompok Noordin selama tiga hari di Gunung Welirang melibatkan 50 personel Batalyon Raider 500 dari Komando Daerah Militer V Brawijaya [baca: TNI Menyisir Gunung Welirang]. Jika semula pengerahan pasukan memang bertujuan memburu Noordin, belakangan Panglima Kodam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Syamsul Mapareppa mengeluarkan pernyataan berbeda. Syamsul mengatakan, keberadaan pasukan Raider 500 sekadar latihan. "Abis latihan di laut, latihan di gunung lagi sambil nyari orang. Besok lusa juga kembali," ujar Syamsul.
Advertisement
Sedangkan Komandan Resor Militer 082 Mojokerto Kolonel Sentot Maksum serius mengakui pasukannya dikerahkan untuk memburu Noordin. "Yang dilaporkan masyarakat katanya kelompok Noordin M. Top," jelas Sentot yang terjun langsung ke lapangan memimpin pasukannya. TNI dari berbagai kesatuan tersebut bekerja sama mengejar gembong teroris kelas internasional itu dengan Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Jatim.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)