Meski demikian, upaya perdamaian hingga kini masih terus dinegosiasikan oleh suku Damal dan Dani agar konflik tidak berlanjut dan merembet ke suku lainnya. Namun negosiasi perdamaian berjalan alot hingga petang ini. Sebab sesuai tradisi suku Damal dan Dani, perang adat ini akan berhenti bila korban yang jatuh di kedua belah pihak sama banyak. Perang adat ini tak boleh diintervensi pihak luar dan biasanya diakhiri dengan upacara bakar batu.
Adapun untuk mengantisipasi berlanjutnya konflik ini sejumlah warga telah mulai mengungsi. Mereka mengungsi di antaranya ke Gedung Sekolah Dasar Inpres Satu Kwanki. Sementara itu, perang antarsuku ini telah memakan korban tewas sebanyak sembilan orang. Sementara korban luka-luka mencapai puluhan jiwa. Sebagian para korban cedera ini di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika.
Advertisement
Jika perdamaian itu gagal, sekitar 200 personel polisi telah disiapkan di lokasi konflik. Kepolisian Resor Mimika memberi waktu dua hari bagi kedua pihak yang bertikai untuk berdamai. Jika lewat tenggat masih ada perang suku, polisi akan menindak tegas siapa pun yang memicu konflik [].(ZIZ/Anis Wanggai)