Lebih dari 3.600 jiwa warga Gantiwarno masih harus bersabar menunggu datangnya bantuan berupa 10 kilogram beras dan uang lauk pauk Rp 900 ribu per jiwa per bulan. Kebanyakan dari mereka telat menerima jadup karena terlewat saat dilakukan pendataan. Saat pendataan kebanyakan dari mereka masih mengungsi.
Keadaan di Yogyakarta pun tak jauh berbeda. Walau sudah memasuki tahap rekonstruksi, sampai sekarang pembagian bantuan jadup belum merata. Dana dari pemerintah yang diterima Pemerintah Propvinsi Yogyakarta baru 65 persen dari total bantuan senilai Rp 125 miliar [baca: Bantuan Jatah Hidup Korban Gempa Belum Merata].
Advertisement
Kondisi ini mengundang keprihatinan Gubernur Yogyakarta. Sultan Hamengkubuwono X berjanji akan meminta pemerintah pusat segera menyalurkan dana rekonstruksi bagi fasilitas umum, selain jadup. Pasalnya dana yang sudah dikucurkan awal Juli silam hanya dapat memenuhi pembangunan kembali rumah warga.(ICH/Tim Koresponden SCTV)