Liputan6.com, Jakarta: Gamelan ternyata hingga kini masih mengundang perhatian para peminat seni tradisional Indonesia di luar negeri. Salah satunya adalah kelompok ensembel Gending asal Belanda. Kemampuan kelompok ensembel ini dalam memainkan gamelan mampu menarik perhatian penonton yang datang ke Gedung Pusat Kebudayaan Belanda Eramus Huis di Jakarta Selatan, Kamis (6/7) malam.
Pertunjukan para musisi Belanda peminat musik timur ini diadakan sebagai penghargaan terhadap Ton De Leeuw, mendiang komponis asal Belanda. Ton yang begitu tertarik pada alat musik tradisional Indonesia khusus datang ke Tanah Air pada awal 1980-an untuk belajar gamelan. Dia telah banyak menciptakan komposisi musik dengan gamelan.
Pergelaran juga diisi penampilam musisi asal Bandung yang tergabung dalam Kiai Fatahillah. Pertunjukkan ini sekaligus ditujukan bagi para pemusik yang turut menjadi korban gempa di Yogyakarata dan sekitarnya Mei silam.(IAN/Erlangga Wisnuaji dan Taufik Maru)
Pertunjukan para musisi Belanda peminat musik timur ini diadakan sebagai penghargaan terhadap Ton De Leeuw, mendiang komponis asal Belanda. Ton yang begitu tertarik pada alat musik tradisional Indonesia khusus datang ke Tanah Air pada awal 1980-an untuk belajar gamelan. Dia telah banyak menciptakan komposisi musik dengan gamelan.
Pergelaran juga diisi penampilam musisi asal Bandung yang tergabung dalam Kiai Fatahillah. Pertunjukkan ini sekaligus ditujukan bagi para pemusik yang turut menjadi korban gempa di Yogyakarata dan sekitarnya Mei silam.(IAN/Erlangga Wisnuaji dan Taufik Maru)