Sejumlah Perguruan Tinggi Menerima Peserta Paket C

Beberapa pergurun tinggi negeri memberi kesempatan bagi siswa yang tak lulus ujian nasional untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan syarat sudah terdaftar sebagai peserta ujian Paket C.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Juli 2006, 01:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pelaksanaan ujian Paket C bagi siswa sekolah menengah atas yang tidak lulus ujian nasional untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) masih menjadi perdebatan. Meski begitu sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) memberi kesempatan mengikuti SPMB yang dimulai Rabu (5/7) mendatang, dengan syarat sudah terdaftar sebagai peserta ujian Paket C.

Perguruan tinggi yang memberi kesempatan SPMB bagi siswa yang tidak lulus UAN antara lain Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Jember, dan Universitas Hasanuddin. Meski memberi kesempatan, calon mahasiswa yang diterima harus lulus SPMB.

PTN yang menolak menerima siswa SMA yang tidak lulus UAN di antaranya Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Andalas. Alasannya, ujian Paket C berlangsung akhir Agustus mendatang hingga tidak mungkin SPMB menerima lulusan SMA tanpa ijazah sebagai salah satu persyaratan.

Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, tetap menerima calon mahasiswa yang lolos seleksi penelusuran minat dan kemampuan (PMDK) atau tanpa tes jika lulus ujian Paket C. Sementara di Universitas Andalas Padang, Sumatra Barat, dari 404 calon mahasiswa yang diterima lewat jalur PMDK, sebanyak 83 siswa tidak mendaftar ulang. Diduga, mereka tidak mendaftar karena tidak lulus ujian nasional.

Pemerintah gencar mempromosikan Program Paket C. Daftar nama-nama siswa tak lulus ujian nasional paling lambat harus dikirim ke Dinas Pendidikan Luar Sekolah, 28 Juli mendatang []. Tata cara mendaftar ujian juga sudah disebarluaskan di wilayah Jakarta Pusat, mulai hari ini. Padahal nasib para siswa yang tidak lulus UAN baru diputuskan Rabu mendatang, dalam rapat kerja antara Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan DPR.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya