Bakteri Pemakan Cokelat Menghasilkan Listrik

Ilmuwan Universitas Birmingham menemukan enzim hydrogenase yang berasal dari bakteri pemakan cokelat, Escherichia, yang bisa menghasilkan energi listrik. Kipas ukuran kecil dapat digerakkan oleh enzim ini.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juli 2006, 09:11 WIB
Liputan6.com, London: Cokelat. Cairan kental manis dan lezat ini lumrah digunakan untuk membuat kudapan, minuman, atau sebagai pelengkap makanan. Belum lama berselang ditemukan, tidak cuma manusia yang menggemari cokelat. Ada sejenis bakteri yang juga hobi makan penganan manis itu. Bedanya dari hasil memakan cokelat, bakteri Escherichia dapat menghasilkan enzim hydrogenase penghasil hidrogen yang bermanfaat sebagai sumber energi listrik.

Ilmuwan dari Universitas Birmingham di Inggris mencari Escherichia Coli pada cokelat yang kedaluwarsa. Enzim hydrogenase diproduksi Escherichia ketika bakteri ini memakan cokelat dan karamel. Setelah ditelisik lebih mendalam, terdapat banyak hidrogen tercipta untuk menyuplai bahan bakar. Hidrogen tersebut dapat menjalankan listrik untuk menggerakkan kipas angin kecil.

Proses pembuatan hidrogen bisa menjadi proyek besar, mengingat pasokan cokelat dan karamel berlimpah dari sisa produksi beragam pabrik cokelat di dunia. Pemilik pabrik Cadbury misalnya. Mereka menyumbangkan limbah produksi untuk mendukung para peneliti dari Birmingham. Bahkan negara dunia ketiga yang terkenal sebagai produsen gula terbesar sudah mengadaptasi konsep ini untuk menghasilkan energi listrik. Kuat dugaan, hidrogen sebagai gas tak berbau ataupun berwarna akan menjadi sumber energi alternatif masa depan.(KEN/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya