Salwa berhasil diselamatkan, tapi kondisinya masih kritis. Adapun sebagian tubuh Zahra sudah diangkat dan rencananya dikubur hari ini. Sebelum dioperasi, Salwa dan Zahra hanya berkepala satu, namun memiliki dua badan yang menyatu di bagian dada. Berdasarkan data yang dihimpun www.liputan6.com, keduanya lahir pada 2 Mei silam di Klinik Bersalin Pusat Kesehatan Masyarakat Bungus Teluk Kabung, Padang.
Salwa lahir dengan tubuh yang lengkap. Sementara Zahra memiliki dua kaki, dua tangan, pinggul, dan organ pencernaan serta kelamin perempuan. Metra Meli, ibu sang bayi terlihat cemas saat menyaksikan proses operasi lewat layar monitor.
Advertisement
Kondisi berbeda dialami Nuraeni Mahardika. Bayi yang tinggal di Sukabumi, Jawa Barat itu tergeletak lemah di rumahnya akibat penyakit hydrocephalus (pembesaran di bagian kepala). Bocah berusia dua tahun tersebut kini tak bisa lagi bermain bersama teman-temannya. Kedua kaki Nuraeni pun sudah tak mampu menyangga kepalanya yang membesar. Selain sulit bergerak, hingga kini sang bocah belum juga bisa berbicara.
Pertumbuhan Nuraeni mulai tidak normal sejak berusia empat bulan. Sejak itu kepala Nuraeni membesar tak wajar. Ia sempat dibawa ke rumah sakit setempat dan dokter di sana menyarankan sang bocah dioperasi. Tapi orang tuanya tidak mampu.(AIS/Denni Risman dan Asep Didi)