Warga membawa para pimpinan Salafi ke rumah kepala desa setempat. Mereka meminta pengikut kelompok yang ajarannya dianggap menyimpang itu meninggalkan Dusun Beroro. Warga mengaku terganggu karena kelompok Salafi selalu berdzikir dengan suara keras. Personel kepolisian setempat telah mengendalikan situasi sehingga keributan tidak meluas.
Penyerbuan terhadap anggota Salafi sudah dua kali terjadi di Lombok Barat. Peristiwa pertama terjadi Januari silam, ketika warga Desa Sesele, Kecamatan Gunungsari, menyerang pengikut Salafi.(AIS/Adhar Hakim)
Advertisement