Liputan6.com, Medan: Ratusan mahasiswa Universitas Huria Kristen Batak Protestan Nommensen kembali berunjuk rasa di Kantor Oditurat Militer I/VII Medan di Jalan Diponegoro, Sumatra Utara, Selasa (1/5) siang. Mereka menuntut agar Tragedi 1 Mei 2000 yang menewaskan dua mahasiswa segera dituntaskan.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Pembantu Rektor III Hotman Manurung, mahasiswa menduga ketaktegasan Detasemen Polisi Militer I/VII Medan menyebabkan penuntasan kasus itu terbengkalai. Padahal, mahasiswa universitas itu telah berulang kali melayangkan surat permohonan agar Denpom lebih serius melakukan penyelidikan. Selain itu, mereka juga mendesak Oditur Militer segera menggelar sidang terhadap kasus 1 Mei 2000. Sebab dalam peristiwa itu dua mahasiswa tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Menanggapi permintaan itu, Oditur Militer Medan Kolonel TNI M. Manurung mengatakan, berkas perkara kasus itu baru diterima dari Denpom, 27 April 2001. Setelah menerima berkas perkara itu, tambah Manurung, Oditurat Militer bergegas menggelar rapat staf untuk membahas kasus itu. Ia juga berjanji segera menggelar sidang.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas HKBP Nommensen ini pernah menggelar aksi yang sama di Markas Detasemen Polisi Militer I/VII Medan, tahun kemarin. Tuntutannya juga sama, yaitu penuntasan Tragedi 1 Mei [baca: Enam Perwira Terlibat Kasus Nommensen].(ORS/Panogari Panggabean dan Amal Reambe)
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Pembantu Rektor III Hotman Manurung, mahasiswa menduga ketaktegasan Detasemen Polisi Militer I/VII Medan menyebabkan penuntasan kasus itu terbengkalai. Padahal, mahasiswa universitas itu telah berulang kali melayangkan surat permohonan agar Denpom lebih serius melakukan penyelidikan. Selain itu, mereka juga mendesak Oditur Militer segera menggelar sidang terhadap kasus 1 Mei 2000. Sebab dalam peristiwa itu dua mahasiswa tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Menanggapi permintaan itu, Oditur Militer Medan Kolonel TNI M. Manurung mengatakan, berkas perkara kasus itu baru diterima dari Denpom, 27 April 2001. Setelah menerima berkas perkara itu, tambah Manurung, Oditurat Militer bergegas menggelar rapat staf untuk membahas kasus itu. Ia juga berjanji segera menggelar sidang.
Sebelumnya, mahasiswa Universitas HKBP Nommensen ini pernah menggelar aksi yang sama di Markas Detasemen Polisi Militer I/VII Medan, tahun kemarin. Tuntutannya juga sama, yaitu penuntasan Tragedi 1 Mei [baca: Enam Perwira Terlibat Kasus Nommensen].(ORS/Panogari Panggabean dan Amal Reambe)