PKB Menemukan Kecurangan di Pilkada Tuban

Tim Investigasi PKB menemukan adanya kecurangan dalam pemilihan Bupati Tuban, Jatim. Karena itu, pemerintah didesak menunda pengesahan Haeny Relawati dan Lilik Soehardjono hingga proses hukum selesai.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Mei 2006, 05:26 WIB
Liputan6.com, Tuban: Tim Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa menemukan adanya kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan Bupati Tuban, Jawa Timur. Untuk itu, PKB mendesak agar pemerintah menunda pengesahan hasil pilkada tersebut sambil menunggu proses hukum selesai. Demikian dipaparkan Ketua Investigasi dan Advokasi Tuban Effendi Choirie di Tuban, Selasa (2/5).

Hasil investigasi menemukan sejumlah kecurangan dalam pemilihan bupati yang akhirnya dimenangkan pasangan Haeny Relawati dan Lilik Soehardjono. Kecurangan meliputi politik uang dan penggelembungan suara di sejumlah daerah. Kerusuhan di Tuban juga dipicu rasa cemburu pada Haeny yang telah menjabat bupati sejak 2001. Emosi massa terhadap kebijakan investasi publik di bawah kepemimpinan Haeny yang lebih mewakili kepentingan bisnis keluarga tak tertahankan lagi. Maka saat Haeny terpilih, rakyat Tuban menolak [baca: Kecewa Hasil Pilkada, Massa Mengamuk].

Sementara itu, Gubernur Jatim Imam Oetomo menolak pilkada Tuban diulang. Dengan alasan, Komisi Pemilihan Umum Tuban masih menghitung secara manual hasil pemilihan tersebut sejak Rabu pagi di Kepolisian Resor Tuban. "Kalau ada pengaduan, biar pengadilan yang melakukannya," tambah Imam. Terkait amuk massa, polisi terus memburu otak kerusuhan [baca: Kubu Noor-Goh Mendesak Pilkada Ulang].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya