<i>Playboy</i> Indonesia Edisi Perdana Laris

Sejak pagi sejumlah agen dan pengecer mengaku kehabisan stok majalah Playboy edisi perdana yang dicetak 100 ribu eksemplar dan mulai beredar hari ini. Sejumlah pembeli kecewa melihat isi majalah.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 April 2006, 14:51 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Majalah pan>Playboy Indonesia edisi perdana yang dicetak 100 ribu eksemplar beredar Jumat (7/4). Para agen di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mengaku kehabisan stok. Lima ratus eksemplar Playboy di sejumlah agen ludes sejak pukul 09.00 WIB.

Hal yang sama juga terjadi di tingkat pengecer. Mereka kehabisan stok majalah khusus pria dewasa ini sejak pagi. Padahal, para pengecer menerima 50 hingga 100 eksemplar. Bahkan, beberapa pengecer mengaku tidak kebagian majalah berlogo kelinci putih ini.

Sejumlah pembeli mengaku tidak puas terhadap isi majalah yang dijual Rp 39 ribu per eksemplar ini. Impian untuk melihat gambar-gambar berbau pornografi buyar. "Ternyata tidak seheboh yang dibayangkan," seorang pria mengeluh.

Rencana penerbitan majalah Playboy Indonesia yang bergulir sejak awal tahun ini disambut pro dan kontra. Banyak orang berasumsi Playboy Indonesia melanggar pornografi, seperti halnya Playboy terbitan Amerika Serikat. Tapi, kenyataannya, dalam edisi perdana ini Playboy Indonesia yang diterbitkan PT Velvet Silver Media di antaranya berisi gambar wanita berbikini dan tulisan tentang sastrawan Pramoedya Ananta Toer [baca: Besok, Playboy Indonesia Terbit].

Andhara Early yang terpilih menjadi model sampul edisi perdana Playboy tidak khawatir terhadap pandangan orang-orang yang menentang penerbitan itu. Model dan juga presenter ini mau menjadi sampul muka karena sepakat dengan konsep yang ditawarkan. "Jauh berbeda dengan yang aku kenal brand Playboy yang identik dengan nudity," kata ibu satu anak ini. Namun Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kiai Haji Ma`ruf Amin menyatakan sampai kapan pun pihaknya tetap akan melarang penerbitan majalah tersebut. (TNA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya