Pupuk Langka, Petani Memakai Garam

Sejumlah petani di Desa Ledok Ombo, Jember, Jawa Timur, menggunakan garam untuk memupuk tanaman padi mereka. Sementara para petani di Lamongan, Jatim, mengantre untuk memperoleh pupuk.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Maret 2006, 06:11 WIB
Liputan6.com, Jember: Kelangkaan pupuk di sejumlah daerah meluas. Keadaan ini memaksa sebagian petani mengupayakan segala macam cara mengingat masa tanam segera dimulai. Sejumlah petani di Desa Ledok Ombo, Jember, Jawa Timur, misalnya. Baru-baru ini, mereka terpaksa menggunakan garam untuk memupuk tanaman padi mereka.

Mereka menggunakan garam lantaran harga pupuk di pasaran melambung. Kondisi itu membuat para petani tak mampu membeli pupuk sesuai kebutuhan. Padahal, saat ini sudah memasuki masa pemupukan.

Sementara di Lamongan, Jatim, para petani harus mengantre untuk memperoleh pupuk saat pasokan tiba. Padahal, harganya naik dari Rp 11 ribu menjadi Rp 81 ribu per sak isi 50 kilogram. Karena diserbu para petani, pupuk urea tanpa subsidi dari PT Pupuk Sriwijaya sebanyak 40 ton itu pun habis dalam sekejap.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengakui adanya masalah tersebut. Karena itu, Fahmi berencana segera menemui Menteri Pertanian Anton Apriantono untuk membahas mekanisme subsidi pupuk. Ia menganggap, mekanisme itulah sebagai akar permasalahannya.

Menurut Fahmi, pertemuan dengan Anton sebenarnya dijadwalkan kemarin. Namun, pertemuan terpaksa dibatalkan karena Anton sedang berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya