Menyelamatkan sumber daya air menjadi penting karena air bersih sudah makin langka [baca: Dunia Terancam Krisis Air]. Di Jakarta saja sekitar 60 persen air tanah tercemar bakteri e. coli (Escherichia coli). Padahal mengonsumsi air yang tercemar bakteri tersebut menyebabkan diare dan gangguan sistem saraf. Selain bakteri, air tanah di Ibu Kota juga tercemar logam berat.
Diharapkan, adanya acara simbolisme ini turut menggugah masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Termasuk menjaga kebersihan air, di antaranya dengan tidak menjadikan sungai sebagai tempat sampah serta mandi, cuci, dan kakus. Dengan demikian air di Jakarta bebas dari polusi.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement