Satu per satu para buruh berteriak dan meronta tak terkendali. Sejumlah satuan pengamanan dan warga sekitar kewalahan menangani mereka. Apalagi, buruh lainnya kesurupan saat hendak dievakuasi keluar pabrik.
Kesurupan juga masih menimpa sekitar 30 siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 29, Surabaya, Jawa Timur. Anehnya, para siswi kesurupan saat digelar istighosah untuk menghindari kejadian serupa yang berlangsung sejak tiga hari silam.
Advertisement
Zainnudin, pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub yang ditunjuk pihak sekolah untuk memimpin doa mengatakan, mereka kesurupan karena sedang mengalami masalah. "Problem rumah tangga ataupun problem lainnya," kata Zainnudin. Untuk mencegah bertambahnya korban, pihak sekolah terpaksa memulangkan para siswa yang tidak kesurupan lebih awal [baca: Puluhan Murid SMPN 29 Surabaya Kesurupan].
Peristiwa yang sama menimpa delapan murid yang belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ini adalah kali keempat yang dialami mereka setelah belasan siswi kesurupan saat mengikuti pelajaran pada Sabtu dan Selasa silam.
Menurut sejumlah murid, awalnya hanya seorang siswa yang kesurupan saat mengikuti pelajaran. Kemudian dua rekannya mencoba menolong. Tak dinyana, mereka ikut kesurupan. Kejadian serupa juga menimpa lima murid yang duduk di bangku kelas tiga.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)