Serbia Menolak Jenazah Slobodan Milosevic

Presiden Serbia secara resmi menolak permintaan keluarga untuk menguburkan mantan Presiden Slobodan Milosevic layaknya pejabat tinggi negara di Beogard. Dugaan Milosevic diracun makin kuat.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Maret 2006, 06:52 WIB
Liputan6.com, Pozarevac: Presiden Serbia Boris Tadic secara resmi menolak permohonan pihak keluarga untuk menguburkan mantan Presiden Slobodan Milosevic di Beograd, Senin (13/4). Tadic menegaskan Milosevic tidak layak dimakamkan dengan prosesi kenegaraan bagi pejabat tinggi di Beograd. Sebab, warga Serbia yang menggulingkan terdakwa yang juga penjahat perang itu pada 2000.

Suasana duka tampak di Kota Pozarevac, Serbia, tanah kelahiran Milosevic, yang berjarak 50 kilometer sebelah timur Beograd. Sejumlah warga antre mengisi buku dukacita di markas Partai Sosialis tempat Milosevic dulu bernaung. Mendung juga menggayut di kediaman putra Milosevic, Marko, yang dipenuhi lilin dan karangan bunga.

Milosevic ditemukan tewas di ruang tahanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Den Haag, Belanda, Sabtu silam. Mantan Presiden Yugoslavia itu dikenai tuduhan mendalangi aksi pembantaian etnis atau genosida dan sejumlah kasus kejahatan melawan kemanusiaan selama perang Balkan pada 90-an.

Sementara itu, spekulasi yang menyebutkan Milosevic tewas akibat diracun semakin kuat setelah dipastikan jejak bahan kimia rifamicin yang ditemukan di sampel darahnya bukan berasal dari obat yang biasa dikonsumsi. Laporan otopsi sementara PBB menyebutkan Milosevic tewas akibat serangan jantung []. Laporan hasil otopsi belum lengkap karena masih menunggu hasil uji toksikologi atau racun.(TNA/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya