Jalur Kalteng-Kalsel Nyaris Lumpuh

Air bah yang merendam Jalan Negara membuat jalur penghubung Kalteng dan Kalsel itu nyaris lumpuh. Hanya kendaraan besar yang dapat melintas, sedangkan kendaraan kecil terpaksa menumpang feri tradisional.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Januari 2006, 19:52 WIB
Liputan6.com, Palangkaraya: Sebagian ruas Jalan Negara yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan terendam banjir, baru-baru ini. Air bah menggenangi jalan berjarak lima kilometer itu karena tingginya curah hujan di hulu Sungai Kahayan, Kalteng.

Kondisi terparah terjadi di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Ketinggian banjir mencapai satu meter. Ini mengakibatkan jalur transportasi darat antara Kota Palangkaraya, Kalteng dan Banjarmasin, Kalsel, terganggu.

Jalan yang tergenang banjir itu cuma bisa dilalui kendaraan besar, seperti truk dan mobil. Sedangkan kendaraan kecil, sepeda motor misalnya, menyeberang dengan menggunakan kapal motor kecil. Mereka membayar sewa feri tradisional itu sebesar Rp 75 ribu. Walau begitu, sebuah truk tampak terbalik di lokasi banjir.

Banjir di ruas Jalan Negara ini terjadi hampir setiap musim hujan. Faktor lain penyebab air bah menggenang adalah rendahnya permukaan jalan di kawasan itu. Kondisi makin diperparah karena sebagian jalan berada persis di pinggir aliran Sungai Kahayan yang meluap.

Sementara di Kecamatan Kendangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sebagian besar warga yang menjadi korban banjir mengungsi ke rumah-rumah tetangga. Di pengungsian, mereka mengeluhkan minimnya bantuan makanan dari Pemerintah Kabupaten Kediri yang belum juga tiba. "Belum pernah ada, saya belum pernah terima," kata seorang di antara korban banjir. Kesan lambannya pemerintah juga terlihat dari belum datangnya bantuan berupa alat berat. Terutama buat memindahkan batu dan kayu yang menutupi ruas jalan .

Adapun di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jatim, lokasi banjir mulai dibersihkan. Sejumlah ekskavator mulai memindahkan bongkahan batu dan kayu yang bertebaran. Warga juga terlihat sibuk membersihkan sisa-sisa lumpur. Mereka mengaku trauma dan berharap Pemerintah Kabupaten Jombang bisa secepatnya memindahkan tempat tinggalnya .(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya