Liputan6.com, Jakarta: Menyusul dikeluarkannya rekan dari sekolah, sekitar seratus orang pelajar Sekolah menengah Umum Yadika 5, Jakarta Barat, Sabtu pagi (2/9) menggelar unjuk rasa. Mereka menuntut agar pihak sekolah berlaku adil dalam memberantas kasus narkoba.
Pada mulanya adalah tes urine yang dilakukan pihak sekolah. Sebanyak 40 pelajar, setelah dicurigai menggunakan barang-barang berjenis narkotika, diharuskan menjalani tes tersebut. Dari pemeriksaan ini, terungkap bahwa dua siswi di sana kerap menggunakan narkoba. Mereka pun dikeluarkan dari sekolah.
Boleh dikata, para pelajar yang menggelar unjuk rasa, menyayangkan langkah yang diambil pihak sekolah. Pasalnya, sekolah hanya mengadakan tes urine terhadap sebagian murid, tidak secara keseluruhan. Itu sebabnya, mereka meminta penanganan narkotika yang memang menjadi sorotan ini, dilakukan dengan lebih baik dan seadil mungkin.
Sementara itu, Kepala Sekolah Yadika 5 menyatakan, akan bertindak tegas untuk memberantas kasus narkoba, meskipun diancam oleh orangtua murid yang dikeluarkan. Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap sekolah, ia bertekad untuk mencegah penyebaran narkoba di kalangan pelajar.(RSB/Chadijah Mastura dan Dwi Nindyas)
Pada mulanya adalah tes urine yang dilakukan pihak sekolah. Sebanyak 40 pelajar, setelah dicurigai menggunakan barang-barang berjenis narkotika, diharuskan menjalani tes tersebut. Dari pemeriksaan ini, terungkap bahwa dua siswi di sana kerap menggunakan narkoba. Mereka pun dikeluarkan dari sekolah.
Boleh dikata, para pelajar yang menggelar unjuk rasa, menyayangkan langkah yang diambil pihak sekolah. Pasalnya, sekolah hanya mengadakan tes urine terhadap sebagian murid, tidak secara keseluruhan. Itu sebabnya, mereka meminta penanganan narkotika yang memang menjadi sorotan ini, dilakukan dengan lebih baik dan seadil mungkin.
Sementara itu, Kepala Sekolah Yadika 5 menyatakan, akan bertindak tegas untuk memberantas kasus narkoba, meskipun diancam oleh orangtua murid yang dikeluarkan. Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap sekolah, ia bertekad untuk mencegah penyebaran narkoba di kalangan pelajar.(RSB/Chadijah Mastura dan Dwi Nindyas)