Operasi Pasar Pupuk di Karawang

Menneg BUMN Sugiharto, Mentan Anton Apriantono, dan Dirut PT. Pupuk Kujang Aas Asikin Idat menggelar operasi pasar pupuk di sejumlah pasar di Karawang. Ini sebagai tindak lanjut dari sistem distribusi tertutup.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Desember 2005, 09:17 WIB
Liputan6.com, Karawang: Langkanya pupuk membuat sejumlah pejabat negara menggelar operasi pasar. Jumat (23/12), Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto, Menteri Pertanian Anton Apriantono, dan Direktur Utama PT. Pupuk Kujang Karawang Aas Asikin Idat menggelar operasi pasar di Karawang, Jawa Barat. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah yang menerapkan sistem penjualan distribusi tertutup [baca: Pemerintah Menutup Jalur Distribusi Pupuk].

Dalam operasi ini, puluhan petani membeli pupuk urea dan SP-36 yang dijual oleh PT. Pupuk Kujang Karawang dan Petrokimia Gresik. Ada delapan titik operasi yang digelar bersamaan di sejumlah pasar Karawang. Total pupuk yang dijual sekitar seribu ton pupuk urea dan lima ratus ton pupuk SP-36. Dalam kesempatan ini, Sugiharto menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah petani setempat.

Menurut Menteri Pertanian Anton Apriantono, salah satu faktor kelangkaan pupuk adalah petani menggunakan pupuk urea melebihi ketentuan. Misalnya, petani menggunakan 500 kilogram pupuk per hektare untuk padi dan masih ditambah 150 kilogram untuk pupuk SP-36. Padahal, urea saja sudah cukup. Jika pun digunakan, terang Anton, mungkin penggunaannya tak terlalu banyak. "Itu juga mendorong kelangkaan pupuk," tambah Anton.

Dirut PT. Pupuk Kujang Aas Asikin Idat juga membenarkan dugaan Anton dan menyebut petani membeli pupuk sekaligus sebelum masa tanam tiba. Asikin menjamin produksi pupuk akan selalu tersedia. "Pupuk tetap ada, kan itu gasnya sudah ada, pabriknya baru. Jadi kebutuhan pupuk masih tetap ada," ucap Asikin.(MAK/Rike Amru dan Jopi Jacob)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya