Dua Pasien DBD Kritis di Pasar Rebo Membaik

Pasien DBD, Aura Azwani N. dan Siti Widyaningrum yang dirawat di High Care Unit RSUD Pasar Rebo mulai membaik. Jumlah pasien demam berdarah di RSUD Pasar Rebo terus bertambah dari hari ke hari.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Desember 2005, 08:52 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Dua pasien kritis demam berdarah yang dirawat di High Care Unit Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, mulai membaik. Aura Azwani N. tak lagi kejang-kejang seperti saat pertama masuk rumah sakit. Namun, bayi berusia enam bulan itu masih terbaring lemah. Kondisi serupa dialami Siti Widyaningrum, bocah sembilan tahun warga Pasar Rebo.

Dari pemantauan SCTV hingga Selasa (13/12), jumlah pasien demam berdarah di RSUD Pasar Rebo bertambah tujuh orang dibanding hari sebelumnya. Jika sebelumnya tercatat 79 pasien, semalam pasien bertambah menjadi 86 orang terdiri dari 47 pasien dewasa dan 39 pasien anak-anak.

Peningkatan ini diduga akibat minimnya pengetahuan masyarakat soal DBD. Mereka tak sepenuhnya memahami penularan penyakit ini. Melihat jumlah korban yang terus berjatuhan, penyuluhan tentang penyakit ini harus lebih ditingkatkan.

Penyakit demam berdarah terus memakan korban dalam dua pekan terakhir. Selain di Jakarta, DBD juga menyerang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Jumlah pasien DBD meningkat tajam. Di Rumah Sakit As Syifa, misalnya, saat ini tengah merawat 22 pasien. Sebanyak 15 di antaranya dinyatakan positif demam berdarah. Sementara tujuh lainnya masih menjalani tes laboratorium.

Di Majene, Sulawesi Barat, jumlah pasien demam berdarah juga terus bertambah. Belasan pasien tengah dirawat di Rumah Sakit Majene. Mereka umumnya sudah dalam kondisi kritis saat dibawa ke rumah sakit. Para pasien mengalami tanda-tanda awal DBD seperti kejang-kejang, demam tinggi, dan bercak-bercak merah di kulit. Kendati demikian, dokter masih menunggu hasil tes darah di laboratorium.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya