Liputan6.com, Jakarta: TNI Angkatan Laut menilai perlakuan terhadap Suud Rusli, terpidana mati kasus pembunuhan bos PT ASABA, tak manusiawi dan terlalu berlebihan. Meski terbukti sebagai pembunuh Boedyharto Angsono dan pengawalnya, pihak TNI AL mengingatkan sebagai mantan prajurit Suud juga pernah berjasa bagi bangsa dan negara. Untuk itu, TNI AL mengirimkan keberatan atas perlakuan yang dialami Suud ke pimpinan Polisi Militer TNI. "Perlu diwaspadai, dengan kejadian ini dapat memicu ketersinggungan terhadap korps tertentu yakni rekan Suud Rusli," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf di Jakarta, Kamis (1/12).
Abdul menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih terus memburu Syam Ahmad Rusli yang kabur dari Rumah Tahanan Militer Cimanggis bersama Suud. Pihak TNI AL memperkirakan Syam masih berada di Indonesia. Namun, Malik enggan menjelaskan secara rinci daerah yang dimaksud [baca: Suud Rusli Dijaga Ketat].(YAN/Fajar Ilham dan Zakaria)
Advertisement