Menengok Pesantren Putri Tertua di Sumbar

Pesantren Diniyah Puteri di Padang Panjang sudah berdiri sejak 1923 dan tertua di Sumatra Barat. Politisi Aisyah Amini dan Aisyah Gani, mantan menteri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Mahattir Mohamad, lulusan sekolah itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 November 2005, 14:58 WIB
Liputan6.com, Padang: Perguruan Diniyah Puteri merupakan pesantren khusus puteri tertua di Padang Panjang, Sumatera Barat. Selain menjadi pelopor pendidikan pesantren moderen di Tanah Air, pesantren berusia 82 tahun itu juga telah melahirkan sejumlah tokoh politik nasional dan bahkan seorang menteri di Malaysia.

Belum lama ini, SCTV, menengok keberadaan pesantren yang telah berdiri sejak 1923 ini. Pendiri pesantren ini, Rahmah el Yunusiyah, barangkali tak membayangkan jika perguruan yang awalnya hanya mengasuh 16 santri perempuan ini akan berkembang pesat dan berperan penting dalam pendidikan wanita. Kini sekitar 1.600 santri wanita mengenyam ilmu agama mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi di perguruan ini.

Menurut Fauziah Fauzan, Wakil Direktur Diniyah Puteri, awalnya Rahmah terinspirasi kakaknya, Zainuddin Labay el Yunusy yang lebih dulu mendirikan Diniyah School pada 1915 yang kemudian dikenal sebagai perguruan Thawalib Padang Panjang.

Pada 1937, Rahmah mendirikan kelas baru, Kulliyatul Mualimat el Islamiyyah yang setara dengan sekolah lanjutan atas. Kelas itu di kemudian hari menjadi embrio sekolah pendidikan guru agama (PGA) yang didirikan pemerintah.

Meski telah berusia lebih dari 80 tahun, bentuk fisik asrama Diniyah Putri, praktis tak banyak berubah. Barak tempat Aisyah Amini, politisi yang dijuluki Singa Betina dari Senayan dan Aisyah Gani, mantan menteri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Mahattir Mohamad, tetap seperti dulu. Mungkin, hanya perabot dalamnya saja yang berganti.

Saat ini, selain dari penjuru Tanah Air, santri dari Malaysia dan Thailand menuntut ilmu di Pesantren Diniyah. sedangkan santri lokal atau dari Sumatra Barat hanya sekitar 30 persen.(YYT/Aldian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya