Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah menargetkan privatisasi PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) selesai Juli 2001. Dalam privatisasi tahap pertama pemerintah akan melepas 15 persen dari 95 persen saham senilai Rp 400 miliar. Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama Sucofindo Didie Tedjosumirat dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/4).
Pelepasan saham itu, kata Didie, adalah rangkaian target pemasukan pemerintah untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2001 sebesar Rp 6,5 triliun dari privatisasi 16 Badan Usaha Milik Negara. Pelepasan sama akan diprioritaskan kepada PT SGS, sebuah perusahaan surveyor dari Swiss. Sebab, lima persen sama Sucofindo dimiliki PT SGS.
Selain itu pemerintah juga memberikan kriteria bagi investor yang akan membeli saham Sucofindo. Antara lain investor harus memiliki jaringan global yang kuat sehingga Sucofindo mendapat akses pasar internasional. Di samping itu, investor juga harus memiliki sistem pembinaan sumber daya manusia dalam verifikasi ekspor serta dalam sistem jaringan informasi.(YYT/Dian Pratiwi dan Julianus)
Pelepasan saham itu, kata Didie, adalah rangkaian target pemasukan pemerintah untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2001 sebesar Rp 6,5 triliun dari privatisasi 16 Badan Usaha Milik Negara. Pelepasan sama akan diprioritaskan kepada PT SGS, sebuah perusahaan surveyor dari Swiss. Sebab, lima persen sama Sucofindo dimiliki PT SGS.
Selain itu pemerintah juga memberikan kriteria bagi investor yang akan membeli saham Sucofindo. Antara lain investor harus memiliki jaringan global yang kuat sehingga Sucofindo mendapat akses pasar internasional. Di samping itu, investor juga harus memiliki sistem pembinaan sumber daya manusia dalam verifikasi ekspor serta dalam sistem jaringan informasi.(YYT/Dian Pratiwi dan Julianus)