Subuh Ramadan, Tradisi Remaja di Bengkulu

Lantaran dilakukan sehabis Subuh, tak aneh bila banyak di antara mereka masih mengenakan perlengkapan salat seperti peci dan kain sarung. Mereka memadati areal Pantai Padri, Bengkulu.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Oktober 2005, 08:58 WIB
Liputan6.com, Bengkulu: Bagi remaja di Kota Bengkulu, gema Ramadan amat terasa di menjelang pagi hari, tepatnya usai salat Subuh. Di waktu itu, mereka biasanya senang menyusuri jalan-jalan protokol menuju Pantai Tapak Padri. Mereka hendak bersantai sambil menunggu matahari terbit seperti yang terlihat baru-baru ini.

Mereka sering menyebut kegiatan ini sebagai tradisi Subuh Ramadan. Dan, kegiatan ini sudah berlangsung sejak dulu, dari tahun ke tahun. Lantaran dilakukan sehabis Subuh, tak heran kalau banyak di antara mereka masih mengenakan perlengkapan salat seperti peci dan kain sarung. Mereka umumnya berjalan berkelompok terdiri empat sampai enam orang.

Ratusan remaja ini baik putra maupun putri senang berkumpul di sepanjang tanggul pinggir Pantai Tapak Padri. Namun, ada juga yang hilir mudik mencari kenalan atau sekadar bersantai sambil menikmati keindahan laut dan menunggu terbitnya matahari. Pendek kata, suasananya tampak riuh.

Sejumlah remaja di sana mengakui, kegiatan seperti ini dapat menjadi hiburan tersendiri selama Ramadan. Selain remaja, banyak pula orang tua yang ikut menikmati pemandangan pagi. Bahkan mereka juga membawa serta anak dan anggota keluarga lainnya.(ICH/Rishnaldi dan Herry Supandi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya