Sehari Menjelang Referendum Konstitusi di Irak

Pemerintah Irak gencar mensosialisasikan referendum dengan memasang poster atau membuat iklan di televisi lokal. Serangan bom masih menjadi kendala utama tersendatnya proses pemungutan suara.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Oktober 2005, 07:11 WIB
Liputan6.com, Baghdad: Pemerintah Irak meminta rakyatnya menggunakan hak pilih dalam referendum undang-undang dasar yang digelar, besok. Ajakan untuk menyukseskan pemungutan suara tercermin dari maraknya pemasangan poster di Lapangan Al-Firdaus, Baghdad dan siaran iklan di media elektronik. Hal ini dilakukan karena masih banyak rakyat Irak belum paham soal rancangan konstitusi berisi 139 pasal itu.

Dukungan kuat terhadap rancangan konstitusi paling besar dari etnis Kurdi dan sebagian muslim Syiah di Irak bagian selatan. Maklumlah, Parlemen dari kedua kelompok itu aktif membidani rancangan UUD. Perwakilan etnis Kurdi berharap konstitusi baru akan memberikan otonomi yang lebih luas. Sedangkan kaum Syiah menekankan pada pasal yang menyebutkan Islam sebagai agama resmi negara dan sumber hukum utama.

Penolakan paling keras tetap datang dari kaum Sunni. Pemimpin Sunni menilai draf konstitusi berpotensi memecah Irak menjadi beberapa wilayah karena memperebutkan lahan minyak. Partai Islam Irak setuju mendukung asal lembaga legislatif baru nantinya bersedia mengubah konstitusi. Sementara Nabil Muhammad dari Universitas Baghdad berpendapat mayoritas penduduk Negeri 1001 Malam tidak paham isi rancangan konstitusi. Jika mengerti, kata Nabil, mereka pasti akan menolak referendum.

Halangan juga datang dari sisi keamanan. Hingga Kamis (13/10), serangkaian pengeboman terjadi di beberapa kawasan, antara lain Kirkuk dan Tal Afar. Dua tentara dan dua polisi di Kirkuk tewas dalam serangan bom berbeda. Satu serangan menggunakan bom mobil dan serangan lain berupa bom yang ditanam di tepi jalan.

Sehari sebelumnya, bom mobil meledak di Tal Afar. Bom membuncah di sebuah pasar yang sedang ramai pengunjung. Sedikitnya 30 orang tewas dan 45 lainnya cedera berat menyusul insiden tersebut [baca: Irak Diguncang Bom Lagi].

Ledakan bom bunuh diri menggunakan mobil terjadi pula di pos pemeriksaan di kawasan Amiriyah, Baghdad bagian barat. Sembilan korban tewas, delapan di antaranya adalah tentara. Sementara 12 lainnya luka-luka dan dibawa ke Rumah Sakit Al-Yarmouk.

Sementara itu, pemungutan suara mulai dilakukan di Penjara Kirkuk. Tahanan diberi kesempatan memberikan suara lebih awal. Para tahanan termasuk pelaku kriminal yang belum diadili alias masih dalam proses penyidikan. Hak serupa diberikan kepada pasien di rumah sakit.(KEN/Rcm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya