Menyaksikan Pendekar Terbang di <i>Seven Swords</i>

Dalam Seven Swords, sutradara yang juga pakar kungfu Tsui Hark membuat gebrakan dengan menggunakan sedikit kawat hingga para tokoh seperti terbang dengan kekuatan alami bukan tenaga dalam.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Oktober 2005, 08:19 WIB
Liputan6.com, Tokyo: Sebuah film kungfu garapan sutradara Tsui Hark beredar Cina dan Jepang, baru-baru ini. Film Seven Swords ini diangkat dari kisah fiksi sebuah buku populer tiga dasawarsa silam. Film bergaya Wuxia atau penonjolan mitos pendekar dan adegan fantastis dengan loncatan akrobatik dan jurus terbang. Hark juga membuat gebrakan dengan menggunakan lebih sedikit kawat. Hasilnya, tokoh-tokoh tampak seperti terbang dengan kekuatan manusiawi, bukan tenaga dalam.

Hark yang juga pakar film kungfu memulai film ini dengan keputusan kontroversial pemerintahan baru Cina pada awal 1660-an. Pemerintah melarang seni bela diri yang sudah mendarah daging sejak berabad-abad di Negeri Tirai Bambu. Seorang jenderal ditugaskan khusus untuk membantai ribuan murid kungfu.

Kondisi ini mendorong seorang pendekar veteran untuk turun tangan. Dia ikut menyelamatkan satu dusun kecil yang masih mempraktikkan seni bela diri kungfu. Untuk menghentikan tirani ini, dia membuat tujuh pedang dan mempercayakan pada tujuh murid terbaiknya. Demikianlah arti Seven Words.(TNA/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya