Awalnya, polisi curiga melihat dua SPBU itu tutup. Padahal, setelah diselidiki, dua SPBU itu masih memiliki stok premium dan solar. Tanpa banyak tanya, kedua pemilik SPBU langsung digiring ke Markas Polres Magetan. Di kantor polisi, mereka mengaku, ada kesalahpahaman saat dilakukan pergantian karyawan.
Sementara sebuah SPBU di Jombang, Jatim, melayani pembeli BBM yang membawa jeriken. Diduga, petugas SPBU meminta uang tambahan bagi pembeli BBM yang menggunakan jeriken. Namun saat dikonfirmasi SCTV, petugas SPBU tidak mengakui dan marah-marah. Di SPBU ini juga tampak antrean panjang truk yang ingin mengisi solar.
Advertisement
Kelangkaan BBM juga masih dirasakan warga di Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam, hingga dibatasi untuk membeli minyak tanah. Setiap pangkalan mewajibkan warga memiliki kartu tanda pembelian untuk mendapatkan jatah lima liter minyak tanah per kepala keluarga. Warga pun harus rela antre berjam-jam untuk mendapat jatah.
Kondisi serupa terjadi di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Untuk mendapatkan jatah dua liter minyak per kepala keluarga, warga harus antre dari subuh hingga siang. Kendati demikian, tidak sedikit warga harus pulang dengan tangan kosong.
Sedangkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kelangkaan solar dan premium masih terus terjadi dalam satu bulan terakhir. Bahkan, hampir di semua SPBU terjadi antrean panjang. Sebagian warga yang sudah antre pun tidak sedikit kecewa karena tidak mendapat jatah.
Di Kota Kupang, Nusatenggara Timur, pusat perbelanjaan Flobamora tidak beroperasi karena kehabisan solar untuk pembangkit listrik. Sejak beroperasi sekitar tiga tahun silam, mal ini menggunakan pembangkit listrik sendiri karena Perusahaan Listrik Negara tidak dapat memasok kebutuhan daya listrik 50 megawatt. Akibat mal ini tidak beroperasi, para pedagang yang menyewa gerai mengaku rugi karena tidak ada transaksi bisnis.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)