Liputan6.com, Jakarta: Perusahaan Daerah Pasar Jaya mulai membangun kios penampungan bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran 29 Agustus silam. Sekitar 1.500 kios berukuran empat meter persegi dan 2,25 meter persegi didirikan di sepanjang lahan parkir Jalan Melawai Satu dan Melawai Sembilan, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (9/9). Lokasi ini dipilih karena pedagang menolak dipindahkan ke tempat lain yang jauh dari PD Pasar Jaya [baca: Penampungan Pedagang Blok M Dibangun Petang Ini].
Menurut Kepala Pasar Blok M, Maksum, pembangunan kios semi permanen diharapkan selesai dalam waktu tiga pekan sehingga kegiatan perdagangan dapat dimulai lagi pada Ramadhan nanti. Sedangkan prosedur pemilikan kios akan dilaksanakan dengan sistem undian. Kios penampungan ini juga akan menjadi lokasi perdagangan sementara--selama beberapa bulan--sampai bangunan Pasar Jaya yang baru, selesai direnovasi.
Kebakaran yang melanda pertokoan PD Pasar Jaya Blok M dua pekan silam ini meludeskan sedikitnya 1.500 kios di lantai satu, dua, dan tiga gedung sebelah Aldiron Plasa. Api diduga berasal dari lantai satu, tempat berjualan makanan. Kebakaran itu sempat mengundang isu bahwa peristiwa ini disengaja untuk rencana renovasi pasar dan pembangunan hotel di kawasan itu. Namun, Gubernur DKI Sutiyoso membantahnya [baca: Sutiyoso Membantah Kebakaran Blok M Disengaja].(MAK/Asti Megasari dan Yon Helfi)
Menurut Kepala Pasar Blok M, Maksum, pembangunan kios semi permanen diharapkan selesai dalam waktu tiga pekan sehingga kegiatan perdagangan dapat dimulai lagi pada Ramadhan nanti. Sedangkan prosedur pemilikan kios akan dilaksanakan dengan sistem undian. Kios penampungan ini juga akan menjadi lokasi perdagangan sementara--selama beberapa bulan--sampai bangunan Pasar Jaya yang baru, selesai direnovasi.
Kebakaran yang melanda pertokoan PD Pasar Jaya Blok M dua pekan silam ini meludeskan sedikitnya 1.500 kios di lantai satu, dua, dan tiga gedung sebelah Aldiron Plasa. Api diduga berasal dari lantai satu, tempat berjualan makanan. Kebakaran itu sempat mengundang isu bahwa peristiwa ini disengaja untuk rencana renovasi pasar dan pembangunan hotel di kawasan itu. Namun, Gubernur DKI Sutiyoso membantahnya [baca: Sutiyoso Membantah Kebakaran Blok M Disengaja].(MAK/Asti Megasari dan Yon Helfi)