Korban Kecelakaan Helikopter Mi-2 Dimakamkan

Dua jenazah korban kecelakaan helikopter Mi-2 tiba di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Ahad petang. Jenazah Bambang Irawan dan Kompol Doni Handono dimakamkan di daerahnya masing-masing.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 September 2005, 12:11 WIB
Liputan6.com, Tangerang: Dua jenazah korban kecelakaan helikopter Mi-2 milik Kepolisian Daerah Sumatra Barat tiba di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang, Banten, Ahad (4/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Kedatangan jenazah Komisaris Besar Polisi Bambang Irawan dan Komisaris Polisi Doni Handono dengan menggunakan pesawat Fokker 50 milik Polri itu langsung disambut isak tangis dari kedua keluarga almarhum. Nina Sartini, istri Bambang dan Lita Handayani, istri Dony, langsung berurai air mata menyambut kedatangan jenazah suami mereka.

Kedatangan kedua jenazah ini sebelumnya sempat tertunda selama beberapa jam karena keterlambatan pemberangkatan akibat lambatnya proses evakuasi. Semula, jenazah para perwira Polda Sumbar itu akan diberangkatkan pada pukul 10.00 WIB. Namun, baru bisa diterbangkan pukul 14.00 WIB dari Bandar Udara Tabing, Padang, Sumbar. Mereka dilepas dalam sebuah upacara yang dipimpin Wakil Kepala Polda Sumbar, Kombes Pol. Ade Raharja [baca: Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter Disambut Suasana Pilu].

Saat kedatangan kedua jenazah, upacara serah terima jenazah dari pihak Polri kepada pihak keluarga kedua almarhum langsung digelar. Dalam kesempatan itu, Wakil Kepala Polri Adang Dorodjatun mengatakan, hasil penyidikan sementara penyebab kecelakaan helikopter Mi-2 milik Polda Sumbar itu tidak ada unsur kesalahan manusia. Menurut Adang bahwa kecelakaan itu juga tidak bisa dikaitkan dengan rendahnya anggaran pemeliharaan peralatan Polri.

Usai upacara, jenazah Bambang langsung dibawa keluarganya ke Sukabumi, Jawa Barat, untuk dikebumikan. Sementara jenazah Doni langsung dibawa ke rumah kediamannya di Kompleks Polairud Pondok Cabe, tak jauh dari Lapangan Terbang Pondok Cabe.

Setibanya jenazah Bambang di Sukabumi, almarhum langsung dibawa ke Masjid Al-Hikmah untuk di salatkan. Sebelum dikuburkan, sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah Bambang sempat dibawa ke rumah duka di Perumahan Pesona Baros, Sukabumi, untuk disemayamkan. Lalu, sekitar satu jam kemudian jenazahnya dibawa keluarga dan rekan-rekannya menuju peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Surya Kentjana, Sukabumi.

Di lokasi pemakaman, upacara pemakaman langsung digelar secara resmi dengan diiringi tembakan salvo. Direktur Intelijen Keamanan Polda Jabar Kombes Pol. Indra yang bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman. Bambang Irawan sebelumnya pernah bertugas di Nanggroe Aceh Darussalam dan tiga bulan terakhir menjabat sebagai Direktur Intelkam Polda Sumbar. Almarhum meninggalkan seorang istri, Nina dan empat orang anak yang semuanya wanita.

Di kediaman almarhum Doni, suasana duka masih terasa. Karangan bunga tampak berjajar di rumah dinas almarhum. Pongki Suprapto, ayah almarhum yang juga pensiunan TNI Angkatan Darat, mengaku bangga terhadap anaknya yang meninggal dalam tugas. Pongki juga mengatakan sempat heran saat beberapa hari sebelum kejadian dengan sikap anaknya. "Tidak seperti biasanya, dia [Doni] berpesan melalui telepon kepada saya dan ibunya agar menjaga kesehatan" tutur Pongki.

Meninggalnya almarhum Doni menimbulkan duka yang mendalam bagi Lita, istri almarhum dan dua anaknya yang masih di bawah usia lima tahun (balita), Rifki dan Rafi. Rencananya, pagi ini, jenazah Doni akan diberangkatkan ke Bandung, Jabar, untuk dikebumikan di TMP Cikutra.

Di tempat berbeda, keharuan masih menyelimuti keluarga almarhum Direktur Reserse Kriminal Polda Sumbar Kombes Harison Harmaini saat mengantarkan jasad almarhum ke TMP Lolong, Padang, Sumbar. Rasa sedih tampak tak lagi bisa dibendung oleh istri almarhum, tatkala harus mengantar kepergian sang suami tercintanya ke tempat peristirahatan terakhir. Walaupun berupaya tabah, ibu tiga anak ini akhirnya pingsan usai tabur bunga di atas kuburan suaminya.

Menurut adik ipar almarhum, Harison adalah orang yang ramah dan suka membantu orang lain. Bagi pihak keluarga akibat musibah ini perasaan kehilangan almarhum sangat dirasakan sekali. Sebab, setelah sekian lama almarhum menjadi polisi baru dua bulan terakhir ini bertugas di tanah kelahirannya sebagai Direktur Reskrim Polda Sumbar. Sementara rasa kehilangan juga menyelimuti lingkungan Polda Sumbar. Almarhum selama ini dikenal sangat dekat bawahannya dan selalu memperhatikan anggotanya.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya