Liputan6.com, Padang: Hujan deras yang terus mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sejak kemarin hingga Jumat (2/9) ini menyebabkan jalur Padang menuju Painan terputus total akibat tanah longsor. Berdasarkan pemantauan SCTV sampai pukul 11.00 WIB, timbunan longsor di kilometer 29, 34, dan 35. Praktis, ratusan kendaraan bermotor pun terjebak. Ribuan penumpang harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.
Guyuran hujan secara terus-menerus mengakibatkan pula pertolongan sulit dilakukan. Tak hanya itu, alat-alat berat juga sulit untuk mencapai lokasi dan tertahan di Painan. Sedangkan jalan tembus untuk membuka isolasi yang sudah mulai dibersihkan baru dilakukan dari sisi pesisir selatan.
Sementara di Kota Padang, sejumlah kawasan masih tergenang air. Namun, ketinggian air sudah mulai menyusut menjadi 30 sentimeter. Tadi malam, di beberapa kawasan ketinggian air sempat mencapai 1,5 sentimeter. Ini lantaran hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak kemarin sore. Akibatnya, lima sungai besar yang membelah ibu kota Provinsi Sumatra Barat itu meluap hingga mencapai ketinggian dua meter [baca: Banjir Bandang Menerjang Padang, Dua Tewas].
Selain menggenangi sejumlah ruas jalan, air bah juga masih merendam rumah-rumah warga. Terutama di daerah Belanti Siteba, Lapai, dan Alai. Sedangkan di Kecamatan Koto, sedikitnya 60 kepala keluarga saat ini harus mengungsi karena wilayah mereka masih terendam banjir.
Berdasarkan pengamatan SCTV, dari 10 kecamatan yang dilanda banjir, kawasan paling parah di antaranya Kecamatan Padang Utara dan Koto Tangah. Sementara lima sungai yang sempat meluap, hari ini telah surut.
Menurut Wali Kota Padang Fauzi Bahar, air bah berangsur surut. Hanya, saat ini masih ada empat wilayah yang tergenang banjir. Di antaranya Lubuk Buaya, Kuranji, Padang Selatan, dan Lubuk Begalung. Ketinggian air antara satu meter hingga 1,5 meter. Fauzi menambahkan, pihaknya masih memusatkan perhatian pada longsor yang terjadi di Desa Gaung. Lebih jauh Fauzi mengungkapkan, banjir dan longsor telah merenggut nyawa tujuh orang. Delapan orang dilaporkan cedera, sedangkan delapan lainnya selamat.
Berdasarkan informasi di lapangan, jumlah korban yang tertimbun longsor sedikitnya mencapai 16 orang. Mereka mendiami tujuh rumah dan terdiri dari 10 kepala keluarga. Sampai kini upaya pencarian korban lainnya terus dilakukan. Pencarian ini dibantu sebagian mahasiswa Universitas Negeri Padang yang tengah menjalani pekan orientasi mahasiswa. Sementara itu, penduduk korban banjir dan longsor diungsikan ke sekolah maupun tempat ibadah dengan mendirikan tenda-tenda. Sedangkan warga lainnya mengungsi ke keluarga terdekat.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Guyuran hujan secara terus-menerus mengakibatkan pula pertolongan sulit dilakukan. Tak hanya itu, alat-alat berat juga sulit untuk mencapai lokasi dan tertahan di Painan. Sedangkan jalan tembus untuk membuka isolasi yang sudah mulai dibersihkan baru dilakukan dari sisi pesisir selatan.
Sementara di Kota Padang, sejumlah kawasan masih tergenang air. Namun, ketinggian air sudah mulai menyusut menjadi 30 sentimeter. Tadi malam, di beberapa kawasan ketinggian air sempat mencapai 1,5 sentimeter. Ini lantaran hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak kemarin sore. Akibatnya, lima sungai besar yang membelah ibu kota Provinsi Sumatra Barat itu meluap hingga mencapai ketinggian dua meter [baca: Banjir Bandang Menerjang Padang, Dua Tewas].
Selain menggenangi sejumlah ruas jalan, air bah juga masih merendam rumah-rumah warga. Terutama di daerah Belanti Siteba, Lapai, dan Alai. Sedangkan di Kecamatan Koto, sedikitnya 60 kepala keluarga saat ini harus mengungsi karena wilayah mereka masih terendam banjir.
Berdasarkan pengamatan SCTV, dari 10 kecamatan yang dilanda banjir, kawasan paling parah di antaranya Kecamatan Padang Utara dan Koto Tangah. Sementara lima sungai yang sempat meluap, hari ini telah surut.
Menurut Wali Kota Padang Fauzi Bahar, air bah berangsur surut. Hanya, saat ini masih ada empat wilayah yang tergenang banjir. Di antaranya Lubuk Buaya, Kuranji, Padang Selatan, dan Lubuk Begalung. Ketinggian air antara satu meter hingga 1,5 meter. Fauzi menambahkan, pihaknya masih memusatkan perhatian pada longsor yang terjadi di Desa Gaung. Lebih jauh Fauzi mengungkapkan, banjir dan longsor telah merenggut nyawa tujuh orang. Delapan orang dilaporkan cedera, sedangkan delapan lainnya selamat.
Berdasarkan informasi di lapangan, jumlah korban yang tertimbun longsor sedikitnya mencapai 16 orang. Mereka mendiami tujuh rumah dan terdiri dari 10 kepala keluarga. Sampai kini upaya pencarian korban lainnya terus dilakukan. Pencarian ini dibantu sebagian mahasiswa Universitas Negeri Padang yang tengah menjalani pekan orientasi mahasiswa. Sementara itu, penduduk korban banjir dan longsor diungsikan ke sekolah maupun tempat ibadah dengan mendirikan tenda-tenda. Sedangkan warga lainnya mengungsi ke keluarga terdekat.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)