Liputan6.com, Bireun: Tim Pemantau Aceh (Aceh Monitoring Mission/AMM) meninjau lokasi kontak senjata di Kecamatan Makmur, Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (26/8). Di lokasi kejadian, tim menemukan dua rumah penduduk yang terkena peluru nyasar dan beberapa proyektil peluru senjata laras panjang, di antaranya, AK-47.
Tim memulai penyelidikan dari anggota TNI dan Polri. Setelah itu, AMM meminta keterangan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian. Seorang warga bernama Rusli mengaku melihat dua orang bersenjata api berlari di kebun belakang rumahnya. Dua orang ini kemudian terlihat menuju arah perbukitan. Tak lama berselang, terdengar rentetan tembakan. Belakangan diketahui, kontak senjata melukai seorang warga bernama Mustafa Muhammad dan dievakuasi ke Rumah Sakit Dokter Fauziah, Bireun.
Identitas Mustafa masih simpang siur. Kepala Kepolisian Resor Bireun Ajun Komisaris Besar Polisi Yanto Tarah mengatakan, Mustafa adalah warga sipil. Menurut Panglima GAM Wilayah Bireuen Darwis Jeunib, korban adalah anggota GAM. Melalui sambungan telepon dia menambahkan, kontak tembak terjadi saat enam anggota GAM melakukan pergeseran pasukan dan kepergok TNI [baca: TNI-GAM Kontak Senjata, Seorang Cedera].
Bireun boleh panas. Tapi agenda perdamaian berjalan terus. Contohnya, sebanyak 74 anggota GAM yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, menjalani tes kesehatan usai salat Jumat di kompleks penjara. Para narapidana secara bergiliran menjalani pemeriksaan urine, sampel darah, tes mata, hingga tes kejiwaan. Di antara mereka terdapat Juru Runding GAM Teuku Kamaruzzaman.
Kesibukan menjelang pemberian amnesti juga terlihat di LP Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak pagi hingga sore tadi, LP yang berfasilitas kelas I ini didatangi sejumlah napi GAM dari beberapa LP di Jatim. Rencananya, sekitar 170 anggota GAM yang ditahan di Jatim diberangkatkan ke NAD akhir bulan ini [baca: Menunggu Amnesti, Napi GAM Dikirim ke Sidoarjo].
Pemindahan narapidana anggota GAM juga dilakukan di Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 42 napi yang ditahan di LP Pekalongan dipindahkan ke LP Ambarawa. Mereka diangkut bus dengan kawalan polisi serta sipir. Kepala LP Pekalongan Bambang Irawan mengatakan, seluruh anggota GAM di LP Pekalongan kemungkinan mendapat amnesti. Masih di Jateng, 77 anggota GAM yang ditahan di Nusakambangan, dipindahkan ke LP Magelang.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Tim memulai penyelidikan dari anggota TNI dan Polri. Setelah itu, AMM meminta keterangan dari sejumlah warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian. Seorang warga bernama Rusli mengaku melihat dua orang bersenjata api berlari di kebun belakang rumahnya. Dua orang ini kemudian terlihat menuju arah perbukitan. Tak lama berselang, terdengar rentetan tembakan. Belakangan diketahui, kontak senjata melukai seorang warga bernama Mustafa Muhammad dan dievakuasi ke Rumah Sakit Dokter Fauziah, Bireun.
Identitas Mustafa masih simpang siur. Kepala Kepolisian Resor Bireun Ajun Komisaris Besar Polisi Yanto Tarah mengatakan, Mustafa adalah warga sipil. Menurut Panglima GAM Wilayah Bireuen Darwis Jeunib, korban adalah anggota GAM. Melalui sambungan telepon dia menambahkan, kontak tembak terjadi saat enam anggota GAM melakukan pergeseran pasukan dan kepergok TNI [baca: TNI-GAM Kontak Senjata, Seorang Cedera].
Bireun boleh panas. Tapi agenda perdamaian berjalan terus. Contohnya, sebanyak 74 anggota GAM yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, menjalani tes kesehatan usai salat Jumat di kompleks penjara. Para narapidana secara bergiliran menjalani pemeriksaan urine, sampel darah, tes mata, hingga tes kejiwaan. Di antara mereka terdapat Juru Runding GAM Teuku Kamaruzzaman.
Kesibukan menjelang pemberian amnesti juga terlihat di LP Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sejak pagi hingga sore tadi, LP yang berfasilitas kelas I ini didatangi sejumlah napi GAM dari beberapa LP di Jatim. Rencananya, sekitar 170 anggota GAM yang ditahan di Jatim diberangkatkan ke NAD akhir bulan ini [baca: Menunggu Amnesti, Napi GAM Dikirim ke Sidoarjo].
Pemindahan narapidana anggota GAM juga dilakukan di Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 42 napi yang ditahan di LP Pekalongan dipindahkan ke LP Ambarawa. Mereka diangkut bus dengan kawalan polisi serta sipir. Kepala LP Pekalongan Bambang Irawan mengatakan, seluruh anggota GAM di LP Pekalongan kemungkinan mendapat amnesti. Masih di Jateng, 77 anggota GAM yang ditahan di Nusakambangan, dipindahkan ke LP Magelang.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)