Liputan6.com, Jakarta: DPR sepakat dengan draf perjanjian yang akan ditandatangani pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka, 15 Agustus mendatang. Tapi wakil rakyat meminta pemerintah waspada terhadap agenda tersembunyi pihak asing yang terlibat dalam pengawasan pascakesepahaman itu. Demikian hasil akhir Rapat konsultasi antara pemerintah dan seluruh pimpinan serta ketua dan wakil ketua fraksi di DPR, Selasa (9/8) petang [baca: Pemerintah-DPR Rapat Konsultasi Perdamaian Aceh].
Ketua DPR Agung Laksono menegaskan, pada intinya parlemen setuju pemerintah dan GAM berdamai. Namun pemerintah harus super hati-hati setelah nota kesepahaman (MoU) diteken. Menurut Agung, jangan sampai ada pihak yang bermain, terutama pihak asing. "DPR menolak internasionalisasi Aceh," kata Agung.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung merespon nasihat DPR. Presiden mengatakan, akan berupaya menciptakan perdamaian di Aceh karena agenda dari pemerintahan sebelumnya yang harus diselesaikan. Jika setelah penandatanganan MoU ada yang melanggar kesepakatan, pemerintah sudah menyiapkan rencana alternatif. SBY menambahkan, meski ada pemantau asing, pemerintah tetap sebagai penentu.
Lebih jauh SBY mengatakan, pemerintah akan berusaha keras menjaga keutuhan negara RI. Presiden menegaskan, Aceh dan Papua masih menjadi bagian NKRI. Pihak asing, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tak akan diperkenankan ikut campur mengenai persoalan di kedua daerah itu.
Sebelum bertemu wartawan, Agung Laksono dan SBY menyempatkan diri menyanyikan lagu Syukur dan Padamu Negeri sebagai simbol Aceh tak lepas dari Negara Kesatuan RI.
Hampir bersamaan, ratusan orang yang tergabung dalam Komando Bela Negara berunjuk rasa menolak hasil perundingan RI-GAM. Demonstran menilai pemerintah terlalu baik dengan GAM. Mereka berharap SBY menghentikan segala bentuk perundingan dengan GAM, termasuk pembentukan partai politik lokal di Aceh.
Dalam aksinya, demonstran membakar sejumlah foto pejabat yang ikut dalam perundingan di Helsinki. Mereka juga membawa bendera GAM dan keranda mayat sebagai wujud penolakan terhadap hasil perundingan itu. Menurut mereka perundingan lebih bernilai ekonomis dan menguntungkan elite ekonomi tertentu untuk menggarap proyek rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Aksi ini bukan yang pertama. Namun sejauh ini mereka hanya memprotes perundingan RI-GAM tanpa memberikan solusi yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah Aceh dengan damai. Protes juga dilancarkan saat perundingan sudah mencapai kata sepakat.
Di tempat terpisah, ratusan penabuh rapa`i pase, alat musik tradisional Aceh mengakhiri konvoi yang sudah berlangsung sejak sepekan silam. Aksi berakhir di Kota Panton Labu, Aceh Utara. Aksi yang dinamai rapai uroh taloe rod atau pertandingan rapa`i ini untuk mendukung kesepakatan damai RI-GAM.
Selama tiga hari 288 penabuh rapai berkeliling Tanah Jeumpa melalui tujuh kabupaten dan menempuh jarak 450 kilometer. Siang malam rapa`i ditabuh bergantian. Para penabuh hanya beristirahat saat makan dan salat. Para pejabat daerah yang memimpin pawai menyerukan pada warga untuk mendukung kesepakatan damai RI-GAM.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyiapkan ribuan benih kakao atau coklat bagi para mantan anggota GAM dan masyarakat. Benih kakao akan dibagikan setelah perjanjian RI-GAM ditandatangani. Menurut Bupati Aceh Utara Tarmizi Kari, anggota GAM dapat menanam kakao di lahan yang disiapkan pemerintah.
Tarmizi mengharapkan perkebunan kakao dapat menopang hidup anggota GAM saat berbaur dengan warga lainnya. Selain itu, menurut Tarmizi, pihaknya telah mempersiapkan secara terpadu untuk membangun berbagai kawasan. Salah satunya membangun jalan di desa-desa pedalaman yang rawan keamanan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Ketua DPR Agung Laksono menegaskan, pada intinya parlemen setuju pemerintah dan GAM berdamai. Namun pemerintah harus super hati-hati setelah nota kesepahaman (MoU) diteken. Menurut Agung, jangan sampai ada pihak yang bermain, terutama pihak asing. "DPR menolak internasionalisasi Aceh," kata Agung.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung merespon nasihat DPR. Presiden mengatakan, akan berupaya menciptakan perdamaian di Aceh karena agenda dari pemerintahan sebelumnya yang harus diselesaikan. Jika setelah penandatanganan MoU ada yang melanggar kesepakatan, pemerintah sudah menyiapkan rencana alternatif. SBY menambahkan, meski ada pemantau asing, pemerintah tetap sebagai penentu.
Lebih jauh SBY mengatakan, pemerintah akan berusaha keras menjaga keutuhan negara RI. Presiden menegaskan, Aceh dan Papua masih menjadi bagian NKRI. Pihak asing, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tak akan diperkenankan ikut campur mengenai persoalan di kedua daerah itu.
Sebelum bertemu wartawan, Agung Laksono dan SBY menyempatkan diri menyanyikan lagu Syukur dan Padamu Negeri sebagai simbol Aceh tak lepas dari Negara Kesatuan RI.
Hampir bersamaan, ratusan orang yang tergabung dalam Komando Bela Negara berunjuk rasa menolak hasil perundingan RI-GAM. Demonstran menilai pemerintah terlalu baik dengan GAM. Mereka berharap SBY menghentikan segala bentuk perundingan dengan GAM, termasuk pembentukan partai politik lokal di Aceh.
Dalam aksinya, demonstran membakar sejumlah foto pejabat yang ikut dalam perundingan di Helsinki. Mereka juga membawa bendera GAM dan keranda mayat sebagai wujud penolakan terhadap hasil perundingan itu. Menurut mereka perundingan lebih bernilai ekonomis dan menguntungkan elite ekonomi tertentu untuk menggarap proyek rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Aksi ini bukan yang pertama. Namun sejauh ini mereka hanya memprotes perundingan RI-GAM tanpa memberikan solusi yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah Aceh dengan damai. Protes juga dilancarkan saat perundingan sudah mencapai kata sepakat.
Di tempat terpisah, ratusan penabuh rapa`i pase, alat musik tradisional Aceh mengakhiri konvoi yang sudah berlangsung sejak sepekan silam. Aksi berakhir di Kota Panton Labu, Aceh Utara. Aksi yang dinamai rapai uroh taloe rod atau pertandingan rapa`i ini untuk mendukung kesepakatan damai RI-GAM.
Selama tiga hari 288 penabuh rapai berkeliling Tanah Jeumpa melalui tujuh kabupaten dan menempuh jarak 450 kilometer. Siang malam rapa`i ditabuh bergantian. Para penabuh hanya beristirahat saat makan dan salat. Para pejabat daerah yang memimpin pawai menyerukan pada warga untuk mendukung kesepakatan damai RI-GAM.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyiapkan ribuan benih kakao atau coklat bagi para mantan anggota GAM dan masyarakat. Benih kakao akan dibagikan setelah perjanjian RI-GAM ditandatangani. Menurut Bupati Aceh Utara Tarmizi Kari, anggota GAM dapat menanam kakao di lahan yang disiapkan pemerintah.
Tarmizi mengharapkan perkebunan kakao dapat menopang hidup anggota GAM saat berbaur dengan warga lainnya. Selain itu, menurut Tarmizi, pihaknya telah mempersiapkan secara terpadu untuk membangun berbagai kawasan. Salah satunya membangun jalan di desa-desa pedalaman yang rawan keamanan.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)